Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

BPK Teliti Prasasti Tionghoa di Pancur, Ini Penjelasan Dinbudpar Rembang

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Kamis, 15 Agustus 2024 | 09:19 WIB
IDENTIFIKASI AWAL: Tim Dinbudpar Rembang mengunjungi lokasi temuan prasasti di Desa Warugunung, Pancur kemarin. (VACHRI RINALDY L/RADARPATI.ID)
IDENTIFIKASI AWAL: Tim Dinbudpar Rembang mengunjungi lokasi temuan prasasti di Desa Warugunung, Pancur kemarin. (VACHRI RINALDY L/RADARPATI.ID)

REMBANG, RADARPATI.ID - Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) akan turun langsung untuk mengkaji temuan prasasti tionghoa di Warugunung, Pancur Kemarin (13/8).

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang telah melakukan identifikasi awal.

Diberitakan Jawa Pos Radar Kudus sebelumnya, prasasti pertama ditemukan di sekitar Bukit Pertapaan Santi Badra di wilayah Dukuh Ngasinan, Desa Wurugunung, Pancur.

Di sana terdapat batu selebar sekitar 190 sentimeter dengan tinggi sekitar 144 sentimeter yang memiliki ukiran aksara tionghoa.

Temuan tersebut pin tersiar, sehingga menarik perhatian sejumlah komunitas sejarah. Mereka melakukan penyisiran di berbagai lokasi sekitar prasasti.

Kemudian, ada salah satu yang melihat batu di sisi barat prasasti pertama. Setelah diamati ternyata juga ada guratan aksara tiongkok. Prasasti kedua ini ditemukan pada, Minggu lalu (11/8).

Kemarin Dinbudpar Rembang mendatangi lokasi untuk mengidentifikasi kedua temuan tersebut.

Sub Koordinator (Subkor) Sejarah, Museum dan Cagar Budaya (Dinbudpar) Rembang Retna Diah Radityawati telah melakukan pengukuran terhadap dua prasasti tersebut.

Prasasti pertama memiliki tinggi 144 cm, panjang 190 cm, dan tebal 81 cm. Prasasti yang kedua panjangnya 216 cm, tinggi 110 cm dan tebalnya 105 cm.

Retna menyampaikan, untuk sementara pihaknya melakukan inventarisasi dan dokumentasi. Selanjutnya, akan dilaporkan kepada BPK.

"BPK ada tindak lanjut mau ke sini, untuk pembacaan atau pembersihan selanjutnya nanti akan dilakukan oleh tim ahli dari BPK ataupun ahli filolog aksara cina," jelasnya.

Dinbupar sendiri bertugas inventarisasi, pengamanan lokasi, serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar.

"Karena ini objek yang diduga cagar budaya, jangan terlalu terpublish dulu karena belum ada kajian lebih lanjut," katanya.

Ia menilai ukuran prasasti ini cukup besar. Sehingga diharapkan para ahli bisa mengkaji lebih lanjut.
"Kami menunggu beberapa para ahli yang konsen di aksara cina, ayo kita translate bareng-bareng biar jelas," imbuhnya. (vah/ali)

 

Editor : Alfian Dani
#Ini Penjelasan #dinbudpar rembang #Prasasti Tionghoa #teliti #bpk #pancur