REMBANG, RADARPATI.ID - Alat pendeteksi gempa bumi kini sudah dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang.
Melalui teknologi ini, daerah bisa memantau kejadian gempa bumi di setiap saat.
Alat tersebut ditempatkan pada ruangan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalop) di Kantor BPBD Rembang.
Di sana sudah terdapat radio sebagai sarana komunikasi untuk pelaporan kejadian.
Selain itu juga terdapat monitor berukuran besar. Alat inilah yang bisa memantau kejadian gempa bumi setiap saat.
Tampilannya berupa peta Indonesia yang terdapat titik-titik. Titik-tiitk itu merupakan kejadian gempa bumi di berbagai wilayah.
Sumarlan, Perwira Pusdalops BPBD Rembang menjelaskan, selain gempa bumi, alat yang difasilitasi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ini juga bisa memantau kejadian tsunami.
"Fungsinya untuk menyampaikan informasi setelah terjadi gempa 1-2 menit, alat ini baru bisa mendeteksi. Langsung kami informasikan ke masyarakat," katanya.
Jika terjadi gempa, secara otomatis akan memberikan alarm peringatan. Setiap hari, kata Sumarlan, ada tim yang standby 24 jam di ruangan Pusdalops untuk memantau gempa.
"Karena BPBD selalu menginformasi kemasyarakatan," katanya.
Baca Juga: DIACUNGI JEMPOL! Gratiskan Toilet Umum, Pemkab Rela Kehilangan Rp 140 Juta
Alat tersebut sudah ada di Kantor BPBD Rembang sekitar sebulan lalu. Kemudian mulai diaktifkan kembali beberapa hari yang lalu. "Alatnya sudah datang satu bulan," imbuhnya.
Beberapa waktu lalu BPBD Rembang juga telah menggelar mitigasi dan simulasi gempa bumi di kantor Bupati Rembang.
Sebab Rembang juga masuk dalam wilayah yang berpotensi terjadi gempa bumi. (vah/ali)
Editor : Alfian Dani