Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Pabrik Garmen Baru di Pasar Banggi Rembang OTW Berdiri, Ini Progresnya

Wisnu Aji • Kamis, 11 Juli 2024 | 19:25 WIB
SUDAH BEROPRASI: Pabrik sepatu telah berdiri di wilayah Desa Pasar Banggi dan Sridadi, segera menyusul melengkapi ada garmen. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
SUDAH BEROPRASI: Pabrik sepatu telah berdiri di wilayah Desa Pasar Banggi dan Sridadi, segera menyusul melengkapi ada garmen. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

 


REMBANG, RADARPATI.ID - Pabrik garmen Jalur Rembang-Pamotan dikabarkan telah melakukan pembayaran lahan dan menyelesaikan perizinan.

Hadirnya investasi ini disambut positif pemerintah desa Pasar Banggi untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

Kepala Desa Pasar Banggi, Rasno menyampaikan desanya masuk salah satu kawasan industri di Rembang. Setelah pabrik sepatu, menyusul ada pabrik garmen.

”Sementara garmen baru pembebasan lahan saja. Masih proses lahan dan perizinan,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus beberapa waktu lalu.

Rasno mengaku pro aktif membantu investor saat masuk di daerah. Termasuk juga mencarikan lokasi pabrik yang akan didirikan.

Hanya secara terperinci dirinya tidak menyebutkan luas lahan yang disiapkan.

”Hanya teknis. Sudah lama. Tinggal pembayaran lahan dan perizinan secara paralel jalan.
target pembayaran lahan bulan Juli kelar. Soal titik lokasi yang disiapkan sudah disetujui. Ini otomatis meningkatkan ekonomi masyarakat. Karena kepentingan masyarakat. Kami ikut senang masyarakat bisa bekerja. Secara otomatis kalau sudah dapat pekerjaan ekonomi mapan. Itu yang paling utama,” harapanya.

Geliat industri di Kota Garam terus meningkat. Signal pabrik garmen masuk makin ketara. Ditandai pembebasan tanah yang sudah berjalan. Rembang pro investasi. Beri kemudahan investor.

Sebelumnya Bupati Rembang, Abdul Hafidz tidak menampik daerahnya dilirik.

Datang dari industri garmen sudah pembebasan tanah. Optimistis nanti jika beroperasi akan berdampak kemajuan-kemajuan daerah.

Kehadiranya akan melengkapi pabrik-pabrik besar yang sudah beroperasional di kawasan industri Rembang kota.

”Pabrik sepatu sudah. Pabrik tas sudah. Ini pabrik gorden. Pabrik Djarum dua lokasi di Kabupaten Rembang,” katanya.

Hafidz langsung pasang badan. Ketika ada pertanyaan yang dipamerkan hanya buruh.

Ia memberikan jawaban. Ketika buruh tidak ada tempatnya juga kesulitan. Karena yang daftar juga antre panjang.

Ia memberikan gambaran dari sisi perolehan. Banyak warga berusia muda rata-rata sudah pendatan Rp 2 juta sampai Rp 3 juta. Itu luar biasa.

Dihitung bupati 10.000 ribu karyawan yang di industri sebulan rata-rata Rp 25 miliar uang masuk di desa-desa/ bulan.

”Kulo jane kepingin gawe mall. Lha belanja nek Blora-Pati. Biar greng. Tapi masih dipertimbangkan,” terangnya. (noe/ali)

 

Editor : Achmad Ulil Albab
#investor #Garmen #industri #rembang #sepatu #pemerintah