REMBANG, RADARPATI.ID – Program Kampung Nelayan Moderen (Kalamo) terus dimatangkan. Selain lahan, kesiapan sumber daya juga disiapkan.
Terbaru, pembentukan yakni koperasi nelayan.
Kepala Desa Pasar Banggi, Rasno menyampaikan saat ini tahapanya baru Focus Group Discussion (FGD).
Penguatan kelembagaan dan proses pengajuan proposal program Kalamo. Semua Dirjen kolaborasi termasuk penanganan sampah dan peningkatan ekonomi.
”Semua sudah jalan. Mulai penguatan lembaga. Ke depan yang menangani koperasi nelayan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Progres pendirian koperasi nelayan terus melengkapi administrasi. Proses ini mendapatkan bimbingan dan juga sudah FGD dan menerima pembekalan.
Baca Juga: Pelabuhan Sluke Rembang Tak Dilengkapi Rambu-Rambu, Aktivitas Tongkang Kerap Terjang Jaring Nelayan
Sementara untuk Kalamo, sarana dan prasarana baru tahapan lelang. Dari desa hanya siapkan lokasi atau lahan. Ada yang belum bersertifikat.
”Ada dua lokasi. Di pinggir jalan bernentuk kuliner dan sarpras dipinggir pantai. Untuk dipinggir jalan seafood kisaran 2000-3000. Dipinggir pantai karena masih tanah negara percepatan permohonan hak pakai melalui aset pemerintah daerah 2 hektare,” imbuhnya.
Sebelumnya di akhir bulan Maret 2024, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono datang ke Rembang.
Bersama Bupati Rembang, Abdul Hafidz berkunjung pantai pulo Swalan, Pasar Banggi. Tinjau lokasi Kalamo.
Kedatanganya kala itu dalam rangka mengetahui secara persis nelayan di Kabupaten Rembang.
Sehubungan ingin membangun kampung nelayan modern. Bisa dilihat dari gambarnya. Tematik disesuaikan dengan lingkungan setempat.
Kedua berkembang direncanakan pembangunan pelabuhan teringtegrasi. Disana ada beberapa jeti.
Dari KKP ingin membangun. Diawali dengan pembangunan kampung nelayan modern. Tujuan supaya ekonomi bergerak disana.
”Selain ekonomi bergerak, ikan yang masuk bisa langsung bisa dipasarkan. Kita pilih dilokasi yang aktifitas tangkapan tinggi,” terangnya Menteri KKP kala itu.
Kepala DInlutkan Rembang, Mochamad Sofyan Cholid didampingi Kades Pasar Banggi, Rasno menyampaikan desa beberapa bulan lalu sudah siapkan sehubungan rencana pembangunan Kalamo.
Disana kedepan akan dibangun sentra kuliner. Dibangun SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) hingga docking kapal. Termasuk fasilitas nelayan, mulai balai nelayan, pabrik es dan cold strorage.
”Kita hanya siapkan lahan. Konsep semuanya dari KKP. Lokasi kami siapkan seluas kurang lebih dua hektare, yang dipakai saya kurang tahu. Sesuai dengan kemampuan anggaran pemerintah. Tahun ini sebelum pak Jokowi lengser diresmikan. Kalau terealisasi meningkatkan ekonomi masyarakat terutama bidang perikanan, utamanya hasil tangkap diolah jadi produk nilai tinggi,” pungkasnya. (noe/him)
Editor : Achmad Ulil Albab