Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Penghijauan Cemara Pantai Karangjahe di Rembang Masuk Nominasi Wanalestari, Memang Adem Sih!

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Senin, 1 Juli 2024 | 04:10 WIB

 

ADEM: Wisatawan berjalan di antara pohon cemara di Pantai Karangjahe, Desa Punjulharjo, Rembang. (VACHRI RINALDY L/RADAR KUDUS)
ADEM: Wisatawan berjalan di antara pohon cemara di Pantai Karangjahe, Desa Punjulharjo, Rembang. (VACHRI RINALDY L/RADAR KUDUS)

REMBANG, RADARPATI.ID – Penghijauan area pantai dianggap menjadi wujud dari pelestarian lingkungan. Karya tersebut kini masuk dalam nominasi Wanalestari.

Tim verifikator sudah turun langsung ke Rembang baru-baru ini.

Lomba Wanalestari sendiri merupakan ajang yang diadakan pemerintah sebagai upaya memberikan penghargaan dan apresiasi kepada pemerhati lingkungan.

Pantai Karang Jahe merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Rembang.

Di sana, terkenal dengan deretan pohon cemara yang tumbuh disepanjang pantai. Sehingga memberikan suasana adem di tempat wisata tersebut.

Bentangan cemara pantai itu lah yang merupakan produk penghijauan yang dilakukan oleh masayarakat setempat.

Nama Ali Mustofa dianggap sebagai sosok pelopor dalam upaya pelestarian lingkungan di pantai yang terletak di Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang ini.

Ia bersama warga lainnya mulai merintis sejak sekitar tahun 2008. Saat itu area pantai sedang terancam abrasi.

Warga mencoba menangani abrasi dengan membuat penahan ombak dan penanaman. Namun kala itu sering kali mengalami kegagalan.

 Kemudian sekitar 2012, Ali bersama warga lainnya  mendapatkan ide untuk menanam pohon cemara. Dan, langkah itu berhasil.

Sehingga jadilah Karangjahe seperti saat ini. "Dipuncak keberhasilan 2015 mulai launching Pantai Karangjahe," katanya.

Lomba Wanalestari ini, lata Ali, sebetulnya tidak hanya spesifik di Karang Jahe, namun juga meliputi kecamatan lainnya.

"Wanalestari itu karyanya di satu tempat, syaratnya ada pengembangan wilayah binaan. Wilayah binaan itu ada di tiga kecamatan di tiga desa," jelasnya.

Tim verifikator Wanalestari telah terjun ke lapangan untuk memastikan kesesuaian hasil karya penghijauan.

"Secara verifikasi dukungan itu sudah baik, tinggal kami mengadakan verifikasi di lapangan. Apakah sudah sesuai dengan apa yang disampaikan kepada kami," jelas Yuni, Tim Verifikasi Wanalestari Nasional.

Ia menegaskan pihaknya akan melakukan penilaian secara objektif.

"Tim akan ke lapangan melihat langsung bagaimana hasil karyanya. Tentu memang bukan semata-mata karena Pak Ali sendiri, tapi kolaborasi yang baik, sinergi yang baik sama semua pihak," imbuhnya.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, apabila karya Ali Mustofa berhasil menjadi juara, Kabupaten Rembang juga akan mendapatkan dampak positif.

Nama Rembang bisa semakin dikenal.

”Yang penting dikenal dulu, kalau sudah dikenal itu mau apa-apa bisa kami ramu. Tetapi kalau tidak dikenal, apa yang kami ramu. Saya berharap, biar kami selaku Kepala Daerah meramu dengan dikenalnya Rembang melalui juara,” katanya. (vah/him)

 

 

Editor : Abdul Rochim
#masyarakat #lingkungan #penghijauan #rembang #pantai #apresiasi #Cemara