Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Cuaca Panas Perparah Pencemaran Empat Sungai Akibat Limbah di Rembang, Ini Penyebabnya

Abdul Rochim • Sabtu, 22 Juni 2024 | 02:36 WIB

 

 

NYEBRANG: Forkopimda sedang menaiki perahu di sekitar tanaman Mangrove baru-baru ini. (VACHRI RINALDY L/RADAR KUDUS)
NYEBRANG: Forkopimda sedang menaiki perahu di sekitar tanaman Mangrove baru-baru ini. (VACHRI RINALDY L/RADAR KUDUS)

REMBANG, RADARPATI.ID – Empat sungai di Rembang dilakukan pemantauan berkala.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menilai pada musim kemarau akan terjadi potensi pencemaran yang diakibatkan dari limbah industri.

Dihimpun dari berbagai sumber, pada bulan Juni diprediksi masuk dalam musim kemarau yang diperkirakan akan terjadi sampai beberapa bulan ke depan.

Kondisi ini biasanya menimbulkan potensi pencemaran sungai di Kabupaten Rembang.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Rembang Taufik Darmawan menyampaikan, biasanya pada musim kemarau terjadi potensi pencemaran yang tinggi pada sungai.

Karena adanya sejumlah pelaku industri yang belum mampu pengelolaan limbah secara mandiri karena keterbatasan operasional.

Limbah tersebut memungkinkan masuk ke badan air baik di area sungai maupun laut. Sehingga pihaknya akan melakukan pemantauan secara periodik.

"Jadi ada kemungkinan besar masuk ke badan air. Baik badan air sungai maupun di laut. Makannya setiap periodik kami pantau baik dari sekala kabupaten maupun pemerintah pusat," katanya.

Ia mengatakan, DLH Rembang sudah memiliki program pemantauan sungai di Rembang setiap tahun yang dilaksanakan dua kali.

Ada empat sungai yang dilakukan pemantauan. Yakni Sungai Kalipang, Bagan, Karanggeneng, dan Randugunting.

"Itu biasanya kami lakukan pemantauan secara rutin. Pemantauan itu kami kaitkan dengan hasil laboratorium," jelasnya.

Tahun ini, kata dia, karena ada keterbatasan anggaran pihaknya hanya melakukam satu kali pemantauan.

Terkait dengan kebersihan lingkungan, lanjut Taufik, DLH juga masih disibukkan permasalahan sampah yang ada di sungai.

Pihaknya meminta kepada masyarakat agar ikut peduli mengelola sampah.

"Contoh ringan saja di fasilitas publik, ada tempat sampah tetapi tidak membuang sampah pada tempatnya.

Itu contoh ringan. Apalagi dilokasi yang jauh dari pantaian seperti bantaran sungai," katanya. (vah/him)

Editor : Abdul Rochim
#sungai #pabrik #industri #rembang #hutan bakau #kemarau #limbah