REMBANG, RADARPATI.ID – Proses penyemprotan antirayap dan pengendalian hama melalui fumigasi di Musuem RA Kartini Rembang sudah rampung.
Mulai hari ini (25/5) museum sudah kembali dibuka untuk umum.
Sebelumnya sejak Senin (21/5) sampai (24/5) ditutup lantaran ada fumigasi atau pengendalian hama menggunakan bahan pestisida.
“Jadi prosesnya memakan waktu sampai empat hari. Bau sulfur butuh diangin-angin dulu,” terang Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Mutaqin melalui Sub Koordinator Musuem, Retna Dyah.
Retna menyebutkan proses pengendalian hama dengan fumigasi memang belum ideal.
Karena dilakukan setahun sekali, idealnya sebulan sekali. Fumigasi ini membunuh hama, jamur dan rayap.
Pekerjaan ini melibatkan tim khusus yang bergerak di bidangnya. “Jadi pakai pihak ketiga,” jelasnya.
Untuk proses pengendalian hama ini dilakukan di seluruh lingkungan museum. Karena bangunan kuno.
Jadi rawan terhadap hama maupun rayap. Khusus rayap. Sehingga setiap tahun dilakukan perawatan rutin.
”Semua anggaran dari pusat. Tahun 2024 hanya sekali.
Sudah efektif. Untuk pengelolaan koleksi juga perkembangan bagus adanya fumigasi dan antirayap,” imbuhnya. (noe/ali)