REMBANG, RADARPATI.ID - Para penabung di BMT Harum masih galau dalam pencairan simpanan.
Jika ditotal, jumlahnya mencapai Rp 40 miliar. Dampak sulitnya pencairan ini berpengaruh pada psikis dan kesehatan fisik anggota.
Bahkan mereka ada yang sampai meninggal dunia, karena kaget uangnya tak bisa kembali lagi.
BMT Harum saat ini sedang terhantam gelombang rush. Para anggotanya ramai-ramai menarik simpanan.
Menurut data asosiasi penabung BMT harum, total ada sekitar 5.000 anggota. Jika ditotal keseluruhan mencapai Rp 40 miliar.
Ketua Asosiasi Penabung KSPPS BMT Harum Johanes Pariman menyampaikan, para anggota sudah menempuh beberapa langkah, mulai mengonfirmasikan kepada pengelola BMT hingga mengajukan somasi.
Namun tidak mendapatkan respons dan kepastian kapan uang mereka cair.
Baru-baru ini, mereka juga mengadukan masalah tersebut kepada DPRD melalui forum audiensi.
Hanya saja masih belum bisa menemui solusi karena pimpinan BMT Harum absen. Sebetulnya, kuasa hukum BMT sudah hadir dalam forum.
Namun para anggota tidak bisa menerima. Mereka tetap menuntut Agus Sutrisno, selaku Direktur Utama BMT Harum hadir secara langsung.
Johanes Pariman menyampaikan, pihaknya menuntut pihak BMT bertanggung jawab. Sebab, sulitnya pencairan ini juga berdampak pada kondisi kesehatan para anggota.
Baca Juga: Dandim Pati Serahkan 83 Motor Listrik kepada anggota Koramil
Karena mereka diduga merasa kaget. Sehingga, Johanes bilang, ada yang sakit stroke, stress, bahkan ada yang meninggal dunia.
"Ada yang stroke, ada yang meninggal dunia, stres, sampai sekarang ada yang menangis terus karena kemarin untuk pernikahan tidak jadi, uangnya masih belum bisa cair. Sampai sekarang banyak penabung ini menderita," katanya.
Editor : Alfian Dani