REMBANG, RADARPATI.ID - Warga Tionghoa di Lasem merayakan tahun baru Imlek kemarin. Sejak pagi, mereka bersembahyang berkeliling tiga kelenteng.
Malam harinya dilanjutkan dengan melekan dan makan bersama.
Warga sudah berkumpul di Kelenteng Poo An Bio sejak sekitar pukul 09.00.
Mereka terlihat kompak mengenakan pakaian warna merah. Sebelum sembahyang dimulai para warga terlihat duduk sembari bercengkrama di teras kelenteng.
Sekitar 15 menit kemudian, prosesi sembahyang dimulai. Ditandai dengan tabuhan bedug dan alat yang berbentuk semacam gong.
Tempat ibadah yang berada di Desa Karangturi ini menjadi titik pertama untuk melaksanakan Nie Mee, atau sembahyang menjelang tahun baru.
Kelenteng ini memiliki lima altar, dengan tuan rumah Dewa Pengobatan. Pada setiap meja altar terdapat berbagai makanan dan buah-buahan.
Saat prosesi sembahyang tersebut, masing-masing warga terlihat menyalakan dupa. Bau wanginya langsung menyebar ke penjuru ruangan.
Mereka melakukan prosesi ibadah bergantian di setiap altar. Tabuhan bedug dan gong tadi terus berbunyi sampai prosesi ibadah selesai.
Tri Wibowo, salah satu pengurus kelenteng menjelaskan, sembahyang Nie Mee ini diartikan untuk menyambut tahun baru imlek.
"Memberi tahu bahwa besok pagi (hari ini) tahun baru Imlek," katanya.
Setelah bersembahyang di Kelenteng Poo An Bio, ia bersama warga lainnya melanjutkan lagi ke Kelenteng Gie Yong Bio, di Desa Babagan dan Kelenteng Cu An Kiong di Desa Soditan.
Di sana juga melaksanakan sembahyang.
Kegiatan memperingati tahun baru Imlek berlanjut sampai malam hari.
Sesuai jadwal, tadi malam mereka akan melaksanakan sembahyang malam tahun baru di Kelenteng Cu An Kiong.
Momen ini juga dijadikan warga untuk berkumpul dan makan bersama sambil menunggu pergantian tahun.
Kunardi, salah satu warga tionghoa menjelaskan saat malam tahun baru itu bisa dijadikan ajang untuk saling bersilaturahmi serta saling memaafkan.
"Nanti malam (tadi malam) untuk silaturahmi, saling memaafkan, ada makan-makan," katanya.
Dia bilang, rangkaian menyambut Imlek sendiri sudah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya, seperti melaksanakan kegiatan kerja bakti membersihkan klenteng.
Bagi dia, Imlek tahun ini lebih ramai dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sebab warga dari luar kota juga hadir pulang kampung ke Lasem.
Mengingat saat ini juga sedang libur panjang. (vah/ali/ade)
Editor : Alfian Dani