REMBANG, RADARPATI.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rembang menyatakan tak berani mengubah data penerima bantuan sosial (bansos), meski banyak terjadi salah sasaran.
Untuk sementara dinas hanya bisa memberikan masukan pada pemerintah desa bagaimana mengatur penyaluran bantuan.
Sebelumnya, data penerima bantuan memang tak seperti tahun sebelumnya. Jika sebelumnya memakai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Dinas Sosial (Dinsos).
Kini menggunakan data P3KE (Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem) dari Bappeda.
Dari data ini ada perbedaan jumlah penerima. Dulu 72.977 keluarga penerima manfaat (KPM) sekarang 76.910 KPM. Perbedaan ketiga pembaginya dari Kantor Pos.
Sebelumnya transporter PT Jasa Prima Logistik (JPL) anak perusahaan Bulog (kerja sama penyaluran dengan pendamping).
Kabid Ketahanan Pangan, Kabupaten Rembang Dyah Ajeng Trenggonowati saat dikonfirmasi update penyaluran bantuan pangan saat ini masih proses.
Bahkan ia menyebutkan ada kemungkinan bantuan diserahkan Februari atau usai pemilu.
”Jumlah penerima KPM tidak ada perubahan. Data langsung Badan Pangan Nasional (Bapanas) dari Januari sampai Juni tahun 2024. Kalau ada revisi-revisi kami belum menerima. Kita masih menunggu info Bapanas,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Kudus, Kemarin (6/2).
Lalu untuk penerima yang salah sasaran dinas, Ajeng mengaku hanya bisa memberikan masukan kepada pemerintah desa.
“Dari Dintanpan maupun Bappeda sudah menyerahkan semua kepada kades. Karena pemerintah desa yang tahu kondisi di lapangan. Jadi tergantung pemerintah desa. Apakah tetap akan memberikan bantuan yang salah sasaran tersebut si penerima. Atau diganti yang lebih membutuhkan. Semua diserahkan ke pemerintah desa,” terangnya.
Dari beberapa sampel yang dilakukan, diakuinya ada beberapa desa ada yang mau mengganti. Namun ada pula yang tidak berani.
”Karena kondisinya beberapa penerima sudah tahu menerima bantuan. Dan otomatis tidak mau digantikan oleh yang lain. Sebagian mereka masih berpikiran wong entok diganti. Jadi tidak merasa kalau sudah mampu,” imbuhnya. (noe/ali)
Editor : Achmad Ulil Albab