REMBANG, RADARPATI.ID - Sejumlah ruas jalan akan diperbaiki dengan anggaran inpres. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang telah mengusulkan anggaran sekitar Rp 150 miliar.
Tim dari pemerintah pusat telah melaksanakan survei, sehingga besar kemungkinan usulan bisa disetujui.
Diberitakan Jawa Pos Radar Kudus sebelumnya, tahun ini Rembang akan mendapatkan jatah perbaikan jalan yang akan didanai melalui anggaran inpres. Pembangunan bakal menyentuh ruas penunjang jalan nasional.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang Puji Santoso mengungkapkan, peruntukan dana inpres sudah ditentukan.
Tujuannya, untuk memperbaiki jalan alternatif penunjang jalan nasional. Sehingga dapat terhubung apabila pada ruas nasional terdapat kemacetan.
Beberapa waktu lalu area pantura Rembang-Pati dalam kondisi macet karena adanya perbaikan. Sehingga dengan dana inpres diharapkan bisa memperbaiki jalan alternatif.
"Terutama untuk infrastruktur. Kabupaten Rembang sudah mengusulkan, akan dibantu inpres," katanya.
Di Rembang, kata Puji, ada lima ruas yang telah diusulkan. Diantaranya meliputi ruas Sulang - Krikilan sepanjang 14 kilometer.
Usulannya sekitar Rp 52 miliar. Akses ini merupakan jalan alternatif yang bisa tembus ke jalan Nasional Rembang-Blora.
Pemkab juga mengusukan ruas Tireman-Japerejo sepanjang 6,6 kilometer dengan anggaran Rp 37,9 miliar, Ruas Landoh-Kerep-Kepohagung-Pamotan sepanjang 7,7 kilometer dengan anggaran Rp 26,3 miliar, Kedungrejo-Pasarbanggi sekitar Rp 25 miliar dan Landoh-Seren sekitar Rp 17,5 miliar. Jika ditotal usulan perbaikan ruas-ruas jalan tersebut mencapai Rp 150 miliar.
Puji mengatakan ruas-ruas jalan tersebut seluruhnya merupakan jalan kabupaten. Dalam pelaksanaan pembangunan nantinya akan dilakukan oleh pemerintah pusat.
"Jalan nasional kami ada Semarang-Surabaya, kemudian jalan Rembang-Blora sampai ke Cepu itu. Jadi harapannya nanti jalan-jalan alternatif yang sudah diperbaiki bisa mendukung jalan nasional," imbuhnya.
Pihaknya menerima informasi, tim dari pemerintah pusat sudah melaksanakan survei. Sehingga besar kemungkinan usulan tersebut bisa disetujui.
"Dari pusat ini juga sudah survei, kemungkinannya kok goal," katanya. (vah/aua)
Editor : Achmad Ulil Albab