Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Sosok Callista Ungkap Kecintaan Daerah dengan Berkesenian Tari Orek-Orek khas Rembang

Wisnu Aji • Senin, 5 Februari 2024 | 22:47 WIB
Vadya Callista Vere Herryananda. (DOKUMEN PRIBADI)
Vadya Callista Vere Herryananda. (DOKUMEN PRIBADI)

 




REMBANG, RADARPATI.ID - Vadya Callista Vere Herryananda bangga dengan kebudayaan daerah. Kecintaan itu ditunjukan lewat berkesenian.

Dirinya belajar seni tari tradisional. Belajar tari orek-orek khas tarian daerah Kabupaten Rembang.

Dirinya belajar dari nol. Ikut mandiri. Latihan diluar. Ditengah kesibukanya menimba ilmu di bangku SMAN 1 Rembang.

Belajarnya sore hari. Ini pintar-pintarnya harus membagi waktu. Dia butuh waktu belajar sebulan menghafal gerakanya.

Belajar dari nol. Itupun les mandiri, tidak ikuti ektrakurikuler sekolah.


”Sebagai seorang pelajar ingin nguri-nguri kebudayaan daerah,” keinginanya.


Dalam belajar menari menuntutnya luwes. Gerakan demi gerakan tarian dihafalkan. Dan usaha tidak menghianati hasil.

Kemampuanya itu pernah ditunjukan saat masuk anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).


Kala itu dirinya terpilih untuk menghidupkan peringatan proklamasi Indonesia. Callista diamanahi pembaca ikrar.

Bisa buktikan teman-teman dan pembina. Dirinya sangat excited (sangat antusias) ikut membela Negara.

 


Membuat bangga kedua orangtua Heri Dwi Utomo dan Luly Ariyani. Tidak henti- hentinya juga terus memberikan motivasi. Karena sadar ia tidak bisa berdiri sendiri kepada teman, keluarga dan sekolah.


”Dapat info dari sekolah. Saya putuskan mengikuti seleksi. Dapat pemahaman seputar paskibraka, termasuk kelebihannya. Itu menjadi kenang-kenangan yang tidak bisa terlupakan. Dapat pembinaan mental, kebudayaan hingga fisik,” kenang dara cantik kelahiran 22 November 2006 ini.


Membacakan ikrar kebanggaan sendiri dalam sejarah perjalanan hidupnya. Karena suara didengar dan diperhatikan semua peserta upacara.

Termasuk berhadapan langsung Bupati Rembang, Abdul Hafidz. Itulah kesan saar bertugas sebagai Paskibraka tahun lalu.


”Banyak ilmu yang diperoleh. Jadi lebih meningkatkan solidaritas dan jiwa korsa serta kekeluargaan,” ungkap siswi kelas XI SMAN 1 Rembang.


Memang dara cantik satu ini berpengalaman. Kebetulan di sekolah aktif berorganisasi organisasi intra sekolah (OSIS).

Ini sekaligus kiat untuk mengembangkan minat dan bakat. Termasuk meningkatkan ketrampilan kepemimpinan. (noe)

 

BERWIBAWA: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan sambutan dalam kegiatan Kalender Event 2024 di Pendopo Keraton Sumenep kemarin. (MOHAMMAD ERWIN MAULIDIN M/JPRM)
BERWIBAWA: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan sambutan dalam kegiatan Kalender Event 2024 di Pendopo Keraton Sumenep kemarin. (MOHAMMAD ERWIN MAULIDIN M/JPRM)
PENGANTIN KERATON: Peserta festival menampilkan baju adat Pengantin Lilin khas Sumenep dalam Kalender Event 2024 di Pendopo Keraton Sumenep, Minggu (4/2).
PENGANTIN KERATON: Peserta festival menampilkan baju adat Pengantin Lilin khas Sumenep dalam Kalender Event 2024 di Pendopo Keraton Sumenep, Minggu (4/2).
KEARIFAN LOKAL: Peserta festival menampilkan baju adat Pengantin Legha khas Sumenep dalam Kalender Event 2024 di Pendopo Keraton Sumenep, Minggu (4/2).
KEARIFAN LOKAL: Peserta festival menampilkan baju adat Pengantin Legha khas Sumenep dalam Kalender Event 2024 di Pendopo Keraton Sumenep, Minggu (4/2).
Editor : Achmad Ulil Albab
#kesenian #daerah #tari #paskibraka #rembang #Sosok #kebudayaan #bangga