REMBANG, RADARPATI.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang belum mengetahui penyebab pasti terjadinya genangan di ruas-ruas jalan utama atau di pusat kota.
Penanganan lebih lanjut butuh pembahasan dengan berbagai pihak.
Di antara ruas jalan yang kerap tergenang, di depan Rumah Sakit (RS) Bhina Bakti Husada, Jalan Pemuda, Jalan Selamet Riyadi, dan Jalur Pantura di sekitar Desa Sumbergirang, Lasem.
Beberapa waktu lalu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTaru) Rembang menerjunkan tim untuk melakukan penanganan sementara.
Setelah ditelusuri ditemukan tumpukan sampah di dalam saluran, sehingga membuat saliran air terhambat.
Meski demikian, hal tersebut belum bisa dibilang sebagai biang banjir.
Kepala DPUTaru Rembang Maryosa menyampaikan, genangan-genangan tersebut terjadi di ruas jalan nasional.
Seperti di depan RS Bhina dan Pantura.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan pejabat pembuat komitmen (PPK) terkait.
”Kami akan mendeteksi dulu apa penyebabnya. Nanti kami koordinasi dengan balai besar penanganan jalan," ujarnya.
Selain di RS Bhina, pihaknya juga telah menelusuri genangan di Desa Sumbergirang.
Di sana juga ditemukan tumpukan sampah di saluran air. Diperkirakan sudah mengendap tahunan.
Sementara untuk di Jalan Pemuda, menurutnya genangan diduga dikarenakan limpasan air.
Pada ruas tersebut, terdapat median jalan di tengah. Sementara kontur jalan terdapat kemiringan.
”Air kan tidak bisa melimpas. Akhirnya jalannya yang rendah (tergenang di situ). Beberapa waktu lalu, kami berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rembang," katanya.
Setelah sampah-sampah dibersihkan, setiap hujan deras sudah tidak terjadi genangan.
”Tapi untuk faktor yang lain kami belum maping," ungkapnya.
Pihaknya akan mengkaji lebih lanjut bersama balai besar penanganan jalan untuk banjir yang terjadi di depan RS Bhina, Jalan Pemuda, Sumbergirang, dan Bagan.
Ia menyadari, setiap hujan lebat hampir dipastikan ada genangan.
Namun, setidaknya air bisa cepat mengalir, sehingga tidak menyebabkan banjir.
”Yang penting cepat. Kalau di luar daerah, seperti di DKI itu ada SOP-nya. Genangan tidak boleh sampai sekian menit.
Tapi kami belum sampai ke sana," katanya. (vah/lin)