REMBANG, RADARPATI.ID – Kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Rembang untuk membayar zakat masih rendah.
Keengganan itu, dipicu karena mereka kebanyakan memiliki tanggungan hutang atau kebanyakan cicilan.
“Ini hampir merata di semua dinas,” kata Bupati Rembang, Abdul Hafidz.
Hafidz selaku pembina kepegawaian mengakui memang berat menyadarkan para wajib zakat untuk menunaikannya.
”Memang berat. Tetapi seberat apapun karena dilihat manfaat lebih besar. Maka kami terus berupaya untuk ASN sadar tentang zakat yang akan diambil per bulan,” ujarnya.
Hafidz optimistis meski dihadapkan dengan kondisi sulit. Ia berkeyakinan secara bertahap ASN akan patuh. Ini terlihat adanya peningkatan-peningkatan.
”Insya Allah pelan akan semakin meningkat,” ujarnya.
Buktinya dari tahun ke tahun angkanya terus meningkat. Dulu hanya Rp 800 juta, terus Rp 1 miliar, naik lagi Rp 1,5 miliar. Dan sekarang sudah di angka Rp 4 miliar lebih
“Memang belum memenuhi target yang ditetapkan Baznas pusat diangka Rp 10, 2 miliar. Itu berat. Tapi tetap diupayakan. Tahun ini kabupaten Rp 7 miliar dari Rp 4 miliar sekian,” imbuhnya.
Bupati asli desa Pamotan pernah melakukan kalkulasi. Dari total karyawan sekira 7.000 pegawai.
Kalau diambil rata-rata sebesar Rp 100 ribu/bulan sudah ketemu Rp 700 juta. Kalau 12 bulan sudah 8,4 miliar,” terangnya. (noe/ali)
Editor : Achmad Ulil Albab