REMBANG, RADARPATI.ID - Festival durian Rembang kembali digelar dalam waktu dekat. Total, ada sekitar 18 desa yang siap berpartisipasi dalam kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang itu.
Festival yang bertajuk Kenduren ini memang kerap dilaksanakan oleh Pemkab Rembang. Tahun lalu, dilaksanakan di Alun-alun.
Saat itu, pembeli cukup mengeluarkan Rp 100 ribu bisa makan sepuasnya.
Perputaran uang di momen ini bisa mencapai sekitar Rp 300 juta dari penjualan 11 ribu durian. Di Rembang, memang ada sejumlah desa yang merupakan penghasil buah dengan kulit berduri itu.
Seperti Desa Criwik, Pinggan (Bulu), Ngetoko-Pasedan, Suntri, Dowan, Pakis, Bitingan, Wonokerto, dan masih banyak lagi.
Tahun ini, Pemkab kembali menggelar event ini. Baru-baru ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) telah membahas teknis pelaksanaan acara.
Kepala Dinpermades Rembang Slamet Haryanto menyampaikan, rencana festival durian digelar dua hari pada awal Februari nanti.
"Nggih, baru rapat persiapan. Kemungkinan tanggal 3 dan 4 Februari 2024. Dua hari," katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Kudus kemarin.
Desa-desa andalan penghasil durian di Rembang akan tampil membawa produk-produk berkualitas mereka.
Kata Slamet, Festival Durian tahun ini bakal dimeriahkan sekitar 18 desa penghasil durian.
"Desa-desa penghasil durian (ikut berpartisipasi dalam festival durian). Jumlahnua 16 sampai 18 desa," imbuhnya.
Tidak hanya tampil saja, nantinya durian-durian tersebut juga akan dilombakan. Sampai dengan kemarin pihaknya masih membahas dimana acara ini akan digelar.
"Ada lombanya. Ada dua alternatif (lokasi). Taman kartini dan Mondoteko, nanti masih ada rapat lanjutan," jelasnya. (vah/ali)
Editor : Achmad Ulil Albab