REMBANG, RADARPATI.ID – Penutupan lubang seperti saluran drainase di bagian tengah antar ruas sisi kanan dan kiri pada proyek pengecoran Jalan Pantura Kaliori membahayakan pengguna jalan.
Sebab kondisi badan jalan tidak rata, gelap saat malam hari. Ditambah material masih tampak berserakan di badan jalan dan minim rambu-rambu.
Pantauan Radar Kudus Jawa Pos kemarin, tampak sejumlah pekerja menutup lubang menggunakan material seperti bekas bongkaran pengaspalan. Untuk proses pengurukan belum sepenuhnya rampung.
Tampak dari arah barat mulai dari Masjid Kaliori, hingga depan SPBU Tambakagung.
Selepas SPBU masih ada lubang yang belum ditutup sekitar kurang lebih 150 meteran. Untuk penutupan lubang dari ujung timur baru berkisar sekitar 300 meter.
Lubang seperti drainase itu sempat dikeluhkan warga, karena mereka kesulitan saat hendak menyeberang jalan.
“Ya terpaksa memutar jauh. Sebab lubang hampir setengah meter itu tak bisa dilalui mobil,” ujar Ipul warga sekitar lokasi.
Material yang berserakan di badan jalan juga membahayakan kendaraan roda dua. Apalagi, ketika hujan turun. Badan jalan cukup licin.
Dinar Pangayoman selaku Humas Balai Jateng-DIY dari PPK 3.2 Provinsi Jawa Tengah menyebutkan jika proses pengurukan di Kaliori, Rembang, pada sambungan antara lajur existing dengan lajur yang sudah direkonstruksi merupakan upaya sementara. Pihaknya mengaku akan menambah rambu-rambu di sana.
”Ini sifatnya hanya pengamanan saja, sementara. Keren jalur arah Surabaya yang titik Kaliori Rembang itu penanganannya 2024. Jadi sambungan permanennya nanti setelah jalur arah surabaya ditangani,” ungkapnya. (noe/ali)
Editor : Achmad Ulil Albab