PATI - Hampir satu bulan berjalan, SMAQT Yanbuul Quran 1 Pati mendapatkan pembinaan dan pendampingan intensif dalam menerapkan kurikulum pendidikan Sekolah Unggul Garuda Transformasi (SUGT), dengan misi melahirkan lulusan yang bisa bersaing dan masuk di top 100 kampus dunia.
Sekolah yang berada di bawah naungan Yanbu’ul Qur’an Boarding School (YQBS) 1 Pati sebelumnya telah resmi ditetapkan sebagai salah satu Sekolah Unggul Garuda Transformasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi pada bulan Juni 2026.
Baca Juga: Puncak Peringatan Satu Dekade, YQBS 1 Pati Bershalawat Bersama Habib Ali Zaenal Abidin
Kepala SMAQT Yanbuul Quran 1 Pati Mohammad Hanafi mengungkapkan, sekolahannya mendapat pendampingan dari beberapa perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogoro (IPB), dan Universitas Negeri Padjajaran (Unpad).
Keempat kampus favorit ini memiliki fokus pendampingan tersendiri. Pendampingan diberikan selama dua tahun, selebihnya sekolah harus mandiri dalam mengelola program.
“UI fokus pada pengembangan bahasa, Unpad memberikan pembekalan untuk pemberkasan mendaftar ke kampus luar negeri seperti menulis personal branding, sedangkan IPB fokus kemitraan dan pengembangan karakter, dan ITB fokus untuk pembelajaran Science Technology Engineering and Mathematics (STEM),” papar Hanafi.
Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, dari manajemen sekolah, guru dan tenaga kependidikan hingga para siswa.
Pendampingan ini sangat penting karena dapat membuka jalur siswa – siswa SMAQT Yanbuul Quran 1 Pati menuju kampus – kampus di luar negeri di Eropa dan Amerika khususnya.
Sejak awal September, pendampingan secara intensif dilakukan dalam bentuk online maupun kunjungan langsung ke sekolah, selain itu ada juga beberapa kegiatan boot camp yang dilakukan.
Hal ini membuat pembelajaran di sekolah cukup padat. Namun padatnya program Sekolah Unggul Garuda ini dijamin tidak akan mengganggu kegiatan di pondok.
“Kami memang berkomitmen semua kegiatan Sekolah Unggul Garuda ini kita maksimalkan di jam akademik, kita sudah membuat jam khusus setiap hari selama sekitar 2 jam memang khusus untuk materi – materi Sekolah Unggul Garuda ini,” paparnya.
Waka Kurikululm SMAQT Yanbuul Quran 1 Pati Ali Maksum mengungkapkan saat ini total sudah ada 70 anak yang menyatakan minat untuk lolos ke kampus luar negeri dalam program Sekolah Unggul Garuda ini. Minat anak dibagi dalam beberapa klister.
“Di kelas XI ada 20 anak dan kelas XII ada 50 anak, kita bagi klaster. Kita bagi klaster, ada Australia, Asia, Eropa dan Amerika,” terang Ali Maksum.
Karena itu anak – anak ini diharapkan giat dalam belajar melalui bimbingan para guru yang mendapat pendampingan dari sejumlah kampus.
Pembinaan yang dilakukan sangat intensif, mulai dari manajemen, guru dan ketenagakependidikannya.
Baca Juga: Karnaval Bernuansa Budaya Meriahkan 1 Dekade YQBS Pati
Diketahui syarat mutlak untuk lolos ke kampus luar negeri ini adalah skor IELTS (tes kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional), dan SAT (Scholastic Assessment Test). Karenanya kedua hal tersebut menjadi perhatian.
Sementara itu PIC Sekolah Garuda SMAQT Yanbuul Quran 1 Pati Irfandi mengungkapkan, dalam sepekan pembelajaran pihak sekolah menyediakan waktu 2 – 4 hari untuk pengayaan program sekolah garuda. Seperti pembinaan guru secara daring maupun luring seperti kemarin saat kunjungan dari Unpad.
“Selain itu juga pendampingan ke siswa seperti pengayaan karakter, kemudian bagaimana menyiapkan dokumen untuk study ke luar negeri seperti personal branding, motivation latter, serta pembekalan untuk bisa lolos tes interview dari guru BK. Karena kalau study ke luar negeri kan yang dibutuhkan dokumen skor IELTS, SAT, dan interview,” jelasnya. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab