KUDUS – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus menggandeng Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) untuk mempersiapkan guru sekolah dasar (SD) menghadapi kebijakan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib pada 2027.
Kerja sama melalui English for Young Learners (EYL) Center tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian program Mentoring Guru SD Kabupaten Kudus di kantor Prodi PBI FKIP UMK, kemarin (12/10).
Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMK Titis Sulistyowati mengatakan, program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi guru SD.
Baca Juga: Ruko Agus Salim Kudus Jadi Sarang Hiburan Karaoke
Selama ini, pembelajaran Bahasa Inggris di sejumlah sekolah masih diampu guru kelas yang berlatar belakang pendidikan guru sekolah dasar (PGSD).
“Kami memahami urgensi ini. Guru kelas memang dibekali kemampuan mengajar semua mata pelajaran, namun untuk Bahasa Inggris, mereka membutuhkan penguatan metodologi dan penguasaan materi yang spesifik. EYL Center hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut,” ujar Titis.
Program mentoring berlangsung selama tiga bulan mulai November 2026.
Materi pendampingan mencakup penguatan kompetensi pedagogik dan profesional, strategi pembelajaran menyenangkan (fun learning), pengelolaan kelas, serta peningkatan kemampuan berbahasa Inggris.
Plt Kepala Disdikpora Kudus Anggun Nugroho mengapresiasi inisiatif UMK tersebut.
Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah awal mempersiapkan tenaga pendidik menghadapi penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di SD pada 2027.
“Bahasa Inggris menjadi pelajaran wajib di SD 2027. Ini adalah langkah awal yang sangat baik untuk memberikan pembekalan kepada guru-guru kami. Kami menyerahkan pendampingan teknis kepada para dosen ahli dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMK agar para guru kelas siap secara mental dan kompetensi,” jelasnya.
Selama program berlangsung, peserta akan mendapat pendampingan intensif dari dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMK yang memiliki keahlian dalam pengajaran Bahasa Inggris untuk anak.
Program ini diharapkan menjadi model percontohan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar, sekaligus memperkuat kesiapan guru menghadapi perubahan kebijakan pendidikan pada 2027. (san/him)