KUDUS – Sejumlah fasilitas sekolah di Kabupaten Kudus yang mengalami kerusakan menjadi perhatian dalam pelaksanaan program revitalisasi sekolah.
Kerusakan tersebut di antaranya terjadi pada ruang kelas, ruang guru, laboratorium IPA, hingga pagar belakang sekolah.
Salah satu kondisi yang membutuhkan perhatian terdapat pada ruang kelas 9H. Bagian plafon dan atap ruangan tersebut dibongkar setelah ditemukan kuda-kuda atap yang mengalami kerusakan akibat dimakan rayap.
Baca Juga: Distribusi MBG SMAN 1 Rembang Dihentikan, Sekolah Tunggu Hasil Lab
“Waktu mau memperbaiki plafon, ternyata kuda-kudanya sudah gandul karena dimakan rayap,” ujar salah seorang pihak sekolah.
Selain ruang kelas, kondisi ruang guru juga mengalami kerusakan. Bagian plafon sebelumnya telah dicopot karena akan dilakukan perbaikan.
Namun, sebagian bangunan kemudian ambrol pada sore hari saat di luar jam kerja.
Pagar bagian belakang sekolah juga menjadi perhatian. Pagar tersebut sebelumnya pernah mendapatkan perbaikan dan kembali diajukan untuk diperbaiki.
Namun, pengerjaan baru dilakukan pada sebagian bagian, sementara sisi selatan belum mendapatkan perbaikan secara menyeluruh. Kerusakan terjadi pada bagian pondasi yang mengalami longsor.
Sejumlah fasilitas tersebut sebelumnya telah diajukan dalam program revitalisasi. Namun, belum seluruh bagian yang mengalami kerusakan dapat tertangani.
Kondisi bangunan yang sudah cukup lama juga menjadi salah satu perhatian, termasuk kerangka atap yang diketahui telah ada sejak 2003.
Baca Juga: Bukan Kaleng-kaleng! Ini Pendidikan Suyudi Ario Seto hingga Bisa Duduki Kursi Kapolri
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus memperkuat sosialisasi mengenai prosedur dan mekanisme pengajuan program revitalisasi sekolah.
Sosialisasi dilakukan agar pihak sekolah memahami tata cara pengajuan, kebutuhan yang dapat diusulkan, serta tahapan pelaksanaan program.
“Upayanya kami sosialisasikan lagi, termasuk prosedur, mekanisme, dan tata cara pengajuan revitalisasi sekolah. Nanti tim sarpras juga akan diterjunkan untuk melihat kondisi sekolah,” ujar pihak terkait.
Dalam proses tersebut, Dinas Pendidikan juga akan menerjunkan tim sarana dan prasarana (sarpras) untuk melihat kondisi sekolah secara langsung.
Konsultan turut dilibatkan untuk membantu proses perencanaan, sementara Rencana Anggaran Biaya (RAB) akan disampaikan dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek).
Sekolah juga diarahkan untuk mendokumentasikan kondisi bangunan dan fasilitas yang membutuhkan perbaikan. Dokumentasi tersebut nantinya menjadi salah satu gambaran awal sebelum dilakukan peninjauan lebih lanjut oleh tim sarpras.
Program revitalisasi sekolah kini memasuki tahun kedua pelaksanaan. Besaran anggaran pada tahun kedua disebut lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, mekanisme penentuan sekolah penerima bantuan serta besaran bantuan yang diberikan tetap perlu dipahami secara jelas oleh pihak sekolah.
Selain memperhatikan kondisi fisik bangunan, pelaksanaan revitalisasi juga berkaitan dengan pencatatan aset daerah.
Barang milik negara (BMN) dari pemerintah pusat nantinya diserahkan kepada pemerintah kabupaten melalui Dinas Pendidikan untuk selanjutnya dicatat dalam pengelolaan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
“Bangunan yang sudah direvitalisasi nantinya akan menambah nilai aset. Misalnya bangunan kelas sebelumnya memiliki nilai tertentu, setelah ada pembangunan atau penambahan fasilitas, nilai aset tersebut akan disesuaikan dalam pencatatan,” jelasnya.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan juga menyiapkan penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi calon kepala sekolah jenjang SD dan SMP.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pengelolaan sekolah berjalan seiring dengan pembenahan sarana dan prasarana.
Baca Juga: Purbaya Tegaskan Dana MBG Tak Lagi Digabung dengan Anggaran Pendidikan
Untuk sementara, sejumlah ruangan yang mengalami kerusakan belum memiliki ruang pengganti. Kondisi tersebut dapat menjadi kendala apabila ruangan tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar maupun aktivitas sekolah lainnya.
Pihak sekolah berharap proses revitalisasi dan perbaikan fasilitas dapat segera dilakukan secara menyeluruh.
Dengan demikian, kondisi bangunan dapat lebih aman dan kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan nyaman. (*)
Editor : Abdul Rochim