Hari Batik Nasional, Asmaradana Batik Pati Ajak Anak Kenali Batik Lewat Praktik

Achmad Ulil Albab • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 16:45 WIB
Pengenalan Batik Pati kepada anak - anak sekolah dalam momentum Hari Batik Nasional.
Pengenalan Batik Pati kepada anak - anak sekolah dalam momentum Hari Batik Nasional.

 

PATI – Momentum Hari Batik Nasional 2026, Asmaradana Batik Pati kembali menggelar kegiatan edukasi membatik bagi anak-anak.

Kegiatan tahunan tersebut dikemas dengan praktik langsung membuat batik tulis agar peserta dapat mengenal batik melalui pengalaman.

Kegiatan yang digelar di Perumahan Griya Helmina Blok B, itu berlangsung pada pagi hari mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.

Awalnya, kegiatan tersebut dibuka dengan kuota terbatas untuk 20 anak.

Namun, tingginya antusiasme peserta membuat jumlah anak yang mengikuti kegiatan bertambah menjadi 25 orang.

Baca Juga: Jadilah Pembeli CERDAS! Ini Cara Bedakan Batik Tulis Bakaran Khas Pati dengan Kain Bermotif Batik

Peserta berasal dari sejumlah sekolah di Kabupaten Pati, yakni SDIT Nurul Fikri Pati, SDN Mulyoharjo 01, dan SMPN 2 Margorejo.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai batik.

Mereka juga diajak mempraktikkan secara langsung proses pembuatan batik tulis dengan membuat sapu tangan.

Hasil karya yang dibuat peserta kemudian dapat dibawa pulang sebagai kenang-kenangan sekaligus bukti pengalaman mereka dalam mengenal proses membatik.

Owner Asmaradana Batik Pati, Devi Rukmana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang digelar dalam momentum peringatan Hari Batik Nasional.

Menurutnya, edukasi batik kepada anak-anak akan lebih mudah diterima apabila dilakukan melalui aktivitas yang menyenangkan.

"Cara paling ampuh edukasi batik ke anak itu jangan diajari, tapi diajak main batik," ujar Devi.

Ia menilai anak-anak mungkin tidak akan mengingat seluruh penjelasan mengenai sejarah maupun status batik sebagai warisan budaya Indonesia.

Baca Juga: Serunya Wisata Edukasi Batik Tulis Bakaran di Juwana Pati

Namun, pengalaman langsung ketika membuat batik diharapkan dapat meninggalkan kesan yang lebih kuat.

"Anak tidak akan ingat definisi batik dari UNESCO, tapi dia akan ingat tangannya pernah belepotan warna," katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Devi berharap anak-anak semakin mengenal batik sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.

Pengalaman membuat batik secara langsung juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan ketertarikan terhadap batik sejak usia dini.

Baca Juga: Berkah Ramadan, Pesanan Sarung Batik Tulis Bakaran Juwana Meningkat

Devi menyampaikan kegiatan berjalan lancar hingga selesai. Meski digelar di halaman teras rumah dengan tempat yang terbatas, antusiasme peserta tetap tinggi.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar, bermain, dan mengenal proses kreatif di balik pembuatan batik tulis secara langsung. (aua)

 

Editor : Achmad Ulil Albab
batik pati asmaradana batik hari batik nasional batik tulis