Pembelajaran Koding dan Kecerdasar Aritifisial di Kudus Direplikasi Nasional

Abdul Rochim • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 19:11 WIB
BERPIKIR KOMPUTASIONAL: Sejumlah siswa di Kudus praktik pelajaran AI dan robotik. (INDAH SUSANTI/RADAR PATI)
BERPIKIR KOMPUTASIONAL: Sejumlah siswa di Kudus praktik pelajaran AI dan robotik. (INDAH SUSANTI/RADAR PATI)

KUDUS – Memasuki usia ke-477 tahun, Kabupaten Kudus menorehkan sejumlah prestasi di bidang pendidikan.

Capaian tersebut terlihat dalam tiga klaster, yakni pendidikan karakter keagamaan, teknologi kejuruan, dan literasi digital nasional.

Salah satu capaian yang membanggakan, Kudus menjadi referensi pengembangan pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial (KKA).

Praktik baik pembelajaran KKA di Kudus bahkan akan direplikasi secara nasional.

Baca Juga: Stadion Wergu Wetan Kudus Bakal Dilengkapi Lampu Antibayang, Tribun Tampung 8.116 Penonton

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Anggun Nugroho mengatakan, pendidikan di Kudus menjadi percontohan nasional dalam pembelajaran koding.

Lompatan tersebut salah satunya terlihat melalui Festival Berpikir Komputasional 2026. Program yang telah menjangkau 46 PAUD/RA, 22 SD/MI, 1.111 guru, dan 23.356 murid itu mencatat peningkatan signifikan dalam kemampuan berpikir komputasional.

Rata-rata skor kemampuan berpikir komputasional murid meningkat dari 34,52 menjadi 88,34.

“Geliat kompetisi akademik juga terlihat di jenjang SMP. Sebanyak 610 siswa dari 50 SMP negeri dan swasta mengikuti OSN tingkat kabupaten secara daring,” kata Anggun.

OSN tersebut mempertandingkan tiga bidang. Rinciannya, Matematika diikuti 204 peserta, IPA 207 peserta, dan IPS 199 peserta. Ajang tersebut sekaligus menjadi jalur prestasi untuk masuk SMA favorit.

Menurut Anggun, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI menyebut praktik baik Kudus dalam pembelajaran KKA akan direplikasi secara nasional.

Sekolah Pinggiran Borong Prestasi

Prestasi pendidikan Kudus juga terlihat dalam ajang Musabaqah dan Pentas Seni Pendidikan Agama Islam (MAPSI) tingkat kecamatan dan kabupaten 2026.

Menariknya, sekolah yang berada jauh dari pusat kota justru mampu mendominasi sejumlah perlombaan.

SD 4 Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, misalnya, berhasil memborong empat piala setelah menjalani pemusatan latihan selama satu bulan.

Empat prestasi tersebut meliputi Juara I Cerita Islami Putra, Juara I Hifdzil Putra, Juara II Tilawah Putri, dan Juara III Macapat Islami Putri.

Capaian serupa ditorehkan SD 2 Klaling yang berhasil meraih empat juara dari tujuh cabang yang diikuti.

Anggun menilai rentetan prestasi tersebut menjadi gambaran perkembangan pendidikan di Kudus. Pembangunan daerah, menurut dia, tidak hanya diarahkan pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Geliat kompetisi akademik juga terlihat di jenjang SMP,” ujarnya.

Dengan berbagai capaian tersebut, momentum Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus menjadi penanda bahwa pembangunan pendidikan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan pada penguatan karakter, kemampuan akademik, serta penguasaan teknologi digital. (san/him)

Editor : Abdul Rochim
pendidikan Kudus Kecerdasan Artifisial koding dan AI Festival Berpikir Komputasional prestasi pendidikan Kudus