Hari Pertama Pertukaran Pelajar di Kudus, Siswa SD Langsung Belajar Rebana di SD 4 Loram Kulon

Indah Susanti • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 12:59 WIB

BELAJAR BERSAMA: Empat murid pertukaran pelajar (pakai rompi) belajar memainkan alat musik rebana bersama murid SD 4 Loram Kulon di halaman sekolah kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR PATI)
BELAJAR BERSAMA: Empat murid pertukaran pelajar (pakai rompi) belajar memainkan alat musik rebana bersama murid SD 4 Loram Kulon di halaman sekolah kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR PATI)

KUDUS, RADARPATI.JAWAPOS.COM – Hari pertama program pertukaran pelajar tingkat sekolah dasar di Kabupaten Kudus berlangsung penuh keakraban.

Empat murid dari SD 2 Getaspejaten, Kecamatan Jati, langsung dikenalkan dengan berbagai kegiatan unggulan di SD 4 Loram Kulon, termasuk ekstrakurikuler rebana yang menjadi ciri khas sekolah tersebut.

Suasana hangat terlihat sejak awal kegiatan. Para peserta pertukaran pelajar cepat berbaur dengan siswa SD 4 Loram Kulon tanpa rasa canggung.

Baca Juga: Empat Cabor Kudus Lolos ke Popda Jawa Tengah Usai Pra Popda Zona III

Mereka bersama-sama mengikuti latihan rebana di halaman sekolah sebagai bagian dari proses pengenalan budaya sekolah.

Salah satu peserta, Ayas, siswa kelas V SD 2 Getaspejaten, mengaku baru pertama kali memainkan alat musik rebana.

Pengalaman tersebut menjadi hal baru yang membuatnya antusias untuk belajar dari teman-teman barunya.

"Belum pernah bermain rebana, ini baru pertama kali," ujarnya, kemarin (27/7).

Ayas mengaku senang mengikuti program pertukaran pelajar meski belum mengenal siapa pun di sekolah tujuan.

Menurutnya, sambutan hangat dari guru maupun siswa membuat dirinya cepat merasa nyaman.

"Rasanya senang bisa kumpul, ini baru separuh kenal," katanya.

Kepala SD 4 Loram Kulon, Ikha Aji, menjelaskan program pertukaran pelajar berlangsung selama hampir dua pekan, mulai 27 Juli hingga 8 Agustus 2026.

Setiap sekolah mengirimkan empat peserta untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah mitra.

Pada hari pertama, para peserta dikenalkan kepada guru, wali kelas, teman-teman baru, serta berbagai program unggulan yang dimiliki sekolah.

Baca Juga: SMP di Kudus Ini Luncurkan Aplikasi Jurnal 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Apa Saja Fungsinya?

Selain rebana, SD 4 Loram Kulon juga memperkenalkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler lain, seperti pramuka, bela diri wushu, komputer, hingga sepak bola putri.

"Alhamdulillah untuk hari pertama ini saya lihat anak-anak merasa nyaman. Kami juga berpesan kepada guru dan siswa agar peserta dari SD 2 Getaspejaten merasa seperti berada di sekolah sendiri," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, berharap para peserta dapat beradaptasi dengan cepat sehingga tidak mengalami kesulitan selama mengikuti program.

Menurutnya, pekan pertama difokuskan untuk proses adaptasi, sedangkan pekan kedua diharapkan para siswa mampu menyerap budaya belajar dan praktik baik dari sekolah tujuan untuk diterapkan di sekolah asal.

"Mudah-mudahan hari pertama tidak menimbulkan jetlag bagi anak-anak. Minggu pertama adaptasi, minggu kedua mengambil pelajaran dan budaya yang bisa dibawa ke sekolah masing-masing," jelasnya.

Program pertukaran pelajar ini menjadi salah satu upaya Disdikpora Kudus dalam mendorong pemerataan mutu pendidikan melalui pertukaran pengalaman belajar, budaya sekolah, serta pengembangan karakter siswa sejak dini. (san)

 
 
 
Editor : Abdul Rochim
pertukaran pelajar SD SD 4 Loram Kulon SD 2 Getaspejaten rebana Kudus disdikpora kudus