KUDUS – Kabupaten Kudus segera memiliki sekolah menengah pertama bertaraf internasional.
SMP Internasional Raden Umar Said (RUS) di Kecamatan Gebog tengah menyelesaikan proses perizinan dan verifikasi dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus sebelum mulai beroperasi.
Sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Raden Umar Said itu akan mengintegrasikan Kurikulum Nasional dengan Kurikulum Cambridge sebagai standar internasional.
Baca Juga: Sepak Bola Putri Usia Dini di Kudus Dinilai Berkembang Pesat, Jacksen Soroti Talenta Baru
Kehadirannya diharapkan menambah pilihan pendidikan berkualitas sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan di Kudus.
Sebagai bagian dari proses pendirian sekolah, tim Disdikpora Kudus telah melakukan visitasi dan verifikasi lapangan guna memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta pemenuhan standar penyelenggaraan pendidikan.
Kepala Seksi Kurikulum Disdikpora Kudus, Maulana Majid, mengatakan kehadiran SMP Internasional RUS menjadi langkah positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kudus.
"Kami menyambut baik hadirnya sekolah internasional di Kudus. Ini merupakan salah satu upaya memperkuat ekosistem pendidikan berkualitas sekaligus memperluas pilihan bagi masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, sekolah bertaraf internasional tidak hanya memberikan alternatif pendidikan.
Tapi juga membuka peluang kolaborasi antar-lembaga pendidikan dalam mencetak lulusan yang memiliki daya saing global.
"Harapannya, peserta didik memiliki kompetensi internasional tanpa meninggalkan karakter serta nilai-nilai budaya lokal yang menjadi identitas daerah," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Raden Umar Said Kudus, Azhar Latif, menjelaskan bahwa pendirian SMP Internasional RUS merupakan investasi jangka panjang di bidang pendidikan.
Ia menuturkan sekolah tersebut dirancang untuk mencetak generasi yang berwawasan global, berkarakter, sekaligus siap menghadapi tantangan masa depan.
"SMP Internasional ini merupakan wujud komitmen kami untuk berkolaborasi dengan orang tua, guru, siswa, dan pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas di Kudus," katanya.
Berlokasi satu kompleks dengan SMK Raden Umar Said, sekolah ini akan menerapkan sistem pembelajaran bilingual menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Selain itu, siswa akan mendapatkan penguatan kompetensi melalui tiga konsentrasi pembelajaran, yakni Tahfidz, Teknologi Informasi, dan Vokasional.
Azhar menyebut konsep tersebut dirancang agar peserta didik memperoleh bekal akademik, keagamaan, sekaligus keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Salah satu keunggulan lainnya adalah kesinambungan kurikulum dengan SMK Raden Umar Said yang selama ini dikenal memiliki kompetensi di bidang animasi, desain komunikasi visual, serta pengembangan perangkat lunak dan gim.
"Kami ingin membangun jembatan pendidikan yang kokoh. Minat siswa terhadap teknologi dan industri kreatif sudah dibina sejak jenjang SMP dengan standar internasional sehingga saat melanjutkan ke SMK mereka memiliki kompetensi yang lebih matang," pungkasnya. (san/him)