
KUDUS – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa SMP 2 Mejobo Kudus resmi keluar pada Kamis (28/5) 2026.
Dari total 290 peserta, hanya sekitar 15 persen siswa yang berhasil meraih nilai rata-rata di atas 70 atau masuk kategori baik.
Kepala SMP 2 Mejobo Kudus, Abu Sofyan mengatakan, sebanyak 25 siswa berhasil memperoleh kategori baik.
Sementara mayoritas siswa lainnya berada pada kategori memadai dan kurang.
Baca Juga: Gerindra Kudus Tegaskan Siap Kawal Program Presiden Prabowo
“Untuk siswa yang mendapat kategori kurang hampir 40 persen, kategori memadai sekitar 45 persen, sedangkan kategori baik hanya 15 persen,” ujarnya.
Menurut Abu, hasil TKA tidak menjadi penentu kelulusan siswa.
Kondisi tersebut membuat sebagian besar peserta tidak mengikuti tes dengan maksimal karena sudah diterima di sekolah swasta maupun pondok pesantren tujuan mereka.
Ia menyebut sekitar 70 persen siswa tidak terlalu serius mengikuti TKA karena telah memiliki kepastian melanjutkan pendidikan.
“TKA sebenarnya tidak wajib. Banyak siswa yang sudah diterima di sekolah swasta atau pesantren sehingga kurang serius saat mengikuti tes,” katanya.
Tes Kemampuan Akademik sendiri menguji dua mata pelajaran, yakni matematika dan bahasa Indonesia.
TKA bertujuan mengukur kemampuan literasi dan numerasi siswa sekaligus menjadi tambahan poin dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi.
Abu menambahkan, pelaksanaan TKA di sekolahnya pada awal April 2026 berjalan lancar meskipun sempat terjadi kendala teknis pada hari pertama.
“Hari pertama sesi pertama sempat blank, tapi setelah itu langsung lancar. Mungkin karena masih pertama kali,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SD 3 Jepang, Eko Mardiana mengatakan, pihaknya masih melakukan penghitungan hasil TKA secara keseluruhan.
Dari sementara hasil yang ada, empat siswa masuk kategori baik dan lima siswa kategori memadai.
“Masih kami hitung sendiri. Sementara ada empat siswa kategori baik dan lima siswa kategori memadai,” tuturnya.
Di sisi lain, Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kudus, Maulana Majid menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu proses validasi dan verifikasi hasil TKA dari masing-masing sekolah.
“Untuk hasil keseluruhan masih menunggu validasi dan verifikasi sekolah. Setelah itu baru bisa dicetak dan direkap secara menyeluruh,” tandasnya. (san)