KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus terus melanjutkan program pertukaran pelajar antar sekolah negeri dan swasta tingkat SD dan SMP sebagai upaya pemerataan kualitas pendidikan.
Ke depan, durasi program ini dimungkinkan diperpanjang dari semula satu pekan menjadi dua pekan.
Program yang digagas Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk merasakan suasana belajar yang berbeda di sekolah lain.
Baca Juga: Pati Berpeluang Miliki Kampus Undip, Kerja Sama Beasiswa dan PSDKU Mulai Dijajaki
Pelaksanaan program saat ini dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kudus (Disdikpora) dengan melibatkan sekolah SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.
Kepala Disdikpora Kudus, Harjuna Widada, menjelaskan bahwa selain kegiatan akademik, siswa juga mengikuti aktivitas nonakademik seperti kegiatan keagamaan dan olahraga.
Bahkan, ke depan program ini direncanakan akan diperluas hingga mencakup pertukaran guru.
Ia berharap, melalui program tersebut, kualitas pendidikan antara sekolah negeri dan swasta dapat semakin setara, sehingga siswa di Kabupaten Kudus mampu meraih prestasi yang lebih baik.
“Program ini diharapkan bisa membuat sekolah saling mencontoh keunggulan dan kebiasaan positif,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mengajak siswa yang rumahnya dekat sekolah agar berangkat menggunakan sepeda ontel, sejalan dengan kampanye penggunaan energi secara bijak.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, menyebut program ini mendapat respons positif dari siswa dan sekolah. Bahkan, muncul usulan agar durasi pelaksanaan diperpanjang.
“Program sebelumnya hanya sepekan. Untuk ke depan, ada kemungkinan diperpanjang menjadi dua pekan karena dinilai terlalu singkat,” jelasnya.
Hingga saat ini, program tersebut telah melibatkan 272 siswa dari 32 SMP negeri dan swasta, serta 20 SD negeri dan swasta. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena penyusunan jadwal masih berlangsung. (san/lin)