GROBOGAN – Program sekolah berwawasan lingkungan atau Adiwiyata di Kabupaten Grobogan terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Kesadaran sekolah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan kian meningkat.
Berkat dorongan pemerintah terutama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mampu memperkuat pengelolaan lingkungan, terutama penanganan sampah, serta turut mendorong sekolah-sekolah untuk lebih aktif menerapkan budaya peduli lingkungan di lingkungan pendidikan.
Baca Juga: Kasus Suspek Campak di Grobogan Capai 24 Kasus, Ini Wilayah Terbanyak
Waka Sarana dan Prasarana SMAN 1 Toroh yang juga Pembina Adiwiyata Grobogan, Slamet Sugiyono, mengatakan program Adiwiyata memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
“Di SMAN 1 Toroh sendiri berbagai capaian bergengsi telah diraih, yakni berhasil mendapatkan Adiwiyata Mandiri pada 2019 dan Juara III Kantin Sehat Nasional pada 2023,” ungkapnya.
Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan sikap dan perilaku yang bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
Melalui berbagai kegiatan seperti pengelolaan sampah, penghijauan, hingga menjaga kebersihan sekolah, siswa dilatih untuk lebih peduli terhadap lingkungan di sekitarnya.
Baca Juga: CFD Purwodadi Grobogan Digelar Kembali, Diperluas di Jalan Siswamiharja
“Jika siswa sudah terbiasa memilah dan mengelola sampah dengan benar di sekolah, maka kebiasaan itu akan terbawa hingga ke lingkungan rumah dan masyarakat,” jelasnya.
Program tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah pusat yang terus mendorong penguatan pengelolaan sampah di berbagai daerah.
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak, termasuk dunia pendidikan, dalam mengatasi persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di banyak wilayah.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan, saat ini terdapat ratusan sekolah di Grobogan yang telah menyandang predikat Adiwiyata.
Dari jumlah tersebut, 95 sekolah atau sekitar 73 persen berada pada tingkat kabupaten, 20 sekolah tingkat provinsi, 11 sekolah tingkat nasional, serta empat sekolah telah mencapai predikat tertinggi Adiwiyata Mandiri.
Jika ditinjau dari jenjang pendidikan, Sekolah Dasar (SD) mendominasi dengan 77 sekolah. Disusul jenjang SMP sebanyak 37 sekolah, serta SMA/SMK sebanyak 11 sekolah.
Perkembangan program Adiwiyata di Grobogan juga menunjukkan tren peningkatan dalam satu dekade terakhir.
Pada 2013 tercatat hanya dua sekolah yang mengikuti program tersebut. Jumlahnya meningkat menjadi tiga sekolah pada 2014, tujuh sekolah pada 2015, dan delapan sekolah pada 2016.
Angka tersebut terus bertambah menjadi 13 sekolah pada 2018, kemudian 20 sekolah pada 2020, dan meningkat signifikan hingga 36 sekolah pada 2022.
Pada 2024 tercatat 22 sekolah kembali meraih predikat Adiwiyata, sementara pada 2025 sebanyak 27 sekolah menyusul meraih predikat yang sama.
Secara keseluruhan, sekitar 157 sekolah di Kabupaten Grobogan pernah mengikuti program Adiwiyata.
Hal ini menunjukkan semakin luasnya partisipasi dunia pendidikan dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan.
Dengan semakin banyaknya sekolah yang terlibat, program Adiwiyata diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk menjaga lingkungan sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi persoalan sampah di setiap daerah. (int)
Editor : Abdul Rochim