Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Plafon Ambruk, Dinding SDN 1 Pamotan Retak, Siswa Terpaksa Digabung

Syaiful Amri • Sabtu, 26 Oktober 2024 | 18:36 WIB
BELUM DIBERSIHKAN: Kondisi plafon kelas V A SDN 1 Pamotan yang ambyar beberapa waktu lalu.
BELUM DIBERSIHKAN: Kondisi plafon kelas V A SDN 1 Pamotan yang ambyar beberapa waktu lalu.

REMBANG, RADARPATI.ID – Ambrolnya plafon gypsum di SDN 1 Pamotan hingga kemarin belum dibersihkan hingga. Ruang kelas V A sebenarnya belum lama diperbaiki.

Terakhir rehab dinding dan plafon antara tahun 2020-2021. Namun kondisi dindingnya yang bersebelahan dengan ruang kepala sekolah tampak sudah retek.

Sebelumnya plafon kelas V A ambrol tiba-tiba pada 22 Oktober 2024 lalu.

Beruntung kejadian berlangsung pada dini hari, sehingga tak ada korban. Saat ini 29 siswa kelas V A digabung bersama kelas V B untuk sementara.

Pantauan di lapangan dari segi kualitas bangunan sebenarnya dari luar bagus. Tapi jika diteliti ke dalam dinding tembok sudah mengalami keretakan.

Tampak jelas di ruang kepala sekolah yang posisinya persis di samping utara kelas V A.

Di ruangan kepala sekolah dinding sudah hancur. Posisinya persis di ruang meja dan dekat lemari trophy kejuaraan-kejuaraan sekolah.

Temboknya sampai kelihatan. Dengan kerusakan ukuran kecil hingga besar.

Kabid Pembinaan SD, pada Dindikpora Rembang, Kapti Prastiyo saat dikonfirmasi tidak menampik plafon yang jebol dari usia belum lama. Di bawah 5 tahun usianya.

Hingga Kamis siang kabarnya material belum dibersihkan.

”Tidak ada pertimbangan khusus. Dari pihak sekolah belum ada kuli atau pekerjanya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Soal rusaknya plafon belum bisa digunakan lagi kelasnya.

Jangka pendeknya hanya bisa membersihkan saja. Sembari menunggu ketersediaan anggaran atau dari aspirasi atau BOS untuk perbaikanya.

“”Ke depan perbaikan tidak menggunakan gypsum lagi. Pertimbangan dari sisi kekuatan material saat diaplikasikan,” ujarnya.

Menurutnya, kasus di SDN 1 Pamotan menggunakan baja ringan.

Perekatannya menggunakan sekrup dan banyak kejadian ambrol langsung ambyar satu ruangan.

Dan dari segi kualitasnya tidak begitu awet pengalaman yang sudah-sudah.

”Pengalaman pribadi kalau gypsum awet pakai kayu, paku dan lem. Kalau ini (SDN 1 Pamotan) mungkin mau ngirit atau bagaimana, pakainya baja ringan. Tidak cocok,” evaluasinya.

Ke depan paling tepat menggunakan PVC. Dari bahan banyak kelebihan. Selain lebih ringan dari segi desain dan finishing pabrikan lebih estetik.

“Serta dari segi harga juga tidak terlalu tinggi dibanding penggunaan plafon asbes atau gypsum,” tambahnya. (noe/ali/amr/cori)

Editor : Syaiful Amri
#kelas #Ambrolnya plafon