Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Sekolah Dasar di Pati Transaksi secara Nontunai, Apa Saja Alasannya

Achmad Ulil Albab • Selasa, 20 Februari 2024 | 15:04 WIB
DITATAR: Kegiatan pemantapan penggunaan Cashless Management System (CMS) untuk pengelolaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) SMP Negeri se-Kabupaten Pati.
DITATAR: Kegiatan pemantapan penggunaan Cashless Management System (CMS) untuk pengelolaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) SMP Negeri se-Kabupaten Pati.

PATI, RADARPATI.ID — SD di Pati mulai Juli mendatang ditargetkan menerapkan transaksi nontunai.

Hal itu berlaku untuk manajemen Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati Paryanto mengatakan, tingkat SD kini masih uji coba.

Hal itu disampaikan usai kegiatan pemantapan penggunaan Cashless Management System (CMS) untuk pengelolaan dana SMP Negeri se-Kabupaten Pati.

Pemantapan yang digelar di Pendapa Kabupaten Pati tersebut dihadiri puluhan kepala sekolah SMP negeri.

Adapun pembayaran sistem nontunai ini, khususnya untuk pembelanjaan biaya operasional satuan pendidikan (BOSP).

Mulai awal 2024, semua pembelanjaan dana BOSP ini, menggunakan manajemen dana nontunai (CMS).

Selain mempermudah pembayaran dan efisien waktu, serta menghindari penyalahgunaan dana BOSP.

“Dana tunai itu rawan untuk digunakan, juga meminimalkan kehilangan uang. Karena ngambil uang dari Bank Jateng bawa duit banyak kemudian sekolahnya jauh dari bank itu kan juga risiko itu yang jelas,” terang Paryanto.

Selain pengelolaan dana BOSP, layanan digital ini juga memudahkan penyusunan lembar kerja peserta didik (LKPD).

Sementara Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro merasa yakin, penerapan sistem manajemen nontunai itu sudah sesuai aturan yang direncanakan.

Baca Juga: Cerita Mistis Jembatan Segelap Juwana Pati, Pengendara yang Lewat Harus Memberi Salam

Sehingga akan memudahkan kepala dan bendahara SMP, dalam pembelanjaan BOSP.

“Kita berikan apresiasi, dengan apa yang telah dilakukan ini. Terakhir bahkan dari pemeriksaan BPK sudah langsung menanyakan apa sudah diuji coba CMS tersebut, jawabnya gampang, sudah , ada 15 sekolah,” pungkasnya. (aua/war)

PETIK: Salma memanen cabai di ladangnya di Dusun Curahtangi, Desa Setail, Kecamatan Genteng, Minggu (19/2).
PETIK: Salma memanen cabai di ladangnya di Dusun Curahtangi, Desa Setail, Kecamatan Genteng, Minggu (19/2).
Editor : Abdul Rochim
#BOSP #jateng #pati #pendidikan #sd #smp #nontunai