Tabebuya Kuning Bermekaran, Jalan Desa Jimbaran Pati Viral bak Jepang

Abdul Rochim • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:43 WIB
LEWAT: Warga melintasi jalan Desa Jimbaran, Kayen, Pati. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)
LEWAT: Warga melintasi jalan Desa Jimbaran, Kayen, Pati. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)

PATI  – Deretan bunga kuning Tabebuya di Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, mencuri perhatian warganet.

Pohon-pohon yang bermekaran di sepanjang jalan menuju objek wisata Goa Pancur itu menghadirkan panorama yang sekilas menyerupai suasana di Jepang.

Keindahan tersebut ramai diperbincangkan setelah foto dan videonya beredar di media sosial.

Banyak warga kemudian berdatangan untuk melihat langsung pemandangan yang muncul saat sebagian besar daun Tabebuya berguguran, menyisakan bunga kuning yang mendominasi ranting.

Baca Juga: MA Buka Suara soal Hakim PN Pati Disiram Air, Tegaskan Tak Toleransi Intimidasi

Jalan desa yang biasanya menjadi jalur aktivitas masyarakat kini ikut menjadi tempat singgah pengunjung. Mereka berhenti untuk menikmati pemandangan sekaligus mengabadikan momen dengan latar bunga yang tengah bermekaran.

Salah satu pengunjung, Heni, warga Kecamatan Sukolilo, mengaku mengetahui keberadaan bunga Tabebuya itu melalui unggahan Facebook dan TikTok.

Setelah melihat foto serta video yang beredar, ia tertarik datang bersama rombongan.

“Ke sini tujuannya foto-foto. Ternyata di sini pemandangannya kayak di Jepang, ala-ala Jepang, Jepangnya desa,” ujarnya.

Menurut Heni, pemandangan di lokasi sesuai dengan ekspektasinya setelah melihat unggahan di media sosial.

Deretan bunga kuning yang berjajar di sepanjang jalan memberikan latar foto yang menarik.

Ia mengaku cukup sering berkunjung ke kawasan Goa Pancur.

Namun, baru kali ini dirinya menyaksikan bunga Tabebuya bermekaran dengan panorama yang menarik perhatian banyak pengunjung.

Heni menilai pagi hari bisa menjadi waktu yang menarik untuk menikmati suasana tersebut.

Namun, karena memiliki kesibukan pada pagi hari, ia memilih berkunjung pada sore hari setelah menerima ajakan seorang teman.

“Tempatnya bagus, soalnya di Sukolilo tidak ada yang seperti ini. Sesuai dengan ekspektasi, apalagi kalau HP-nya mumpuni dan kameranya bagus,” katanya.

Ia berharap penanaman Tabebuya dapat dikembangkan lebih luas agar semakin banyak kawasan yang memiliki pemandangan serupa.

“Harapan kita, masyarakat atau pejabat sini membudidayakan tanaman ini. Kalau bisa dikembangkan lagi agar pemandangannya lebih bagus,” ungkapnya.

Warga Jimbaran Ikut Bangga

Mekarnya bunga Tabebuya juga membawa kebanggaan bagi warga setempat.

Melly Lestari, warga Desa Jimbaran, mengaku senang melihat banyak pengunjung datang untuk menikmati keindahan tanaman yang setiap tahun berbunga tersebut.

Meski fenomena itu bukan hal baru bagi warga, keramaian pengunjung tahun ini terasa berbeda.

Jalan desa yang sebelumnya lebih banyak digunakan untuk aktivitas sehari-hari kini menarik perhatian masyarakat dari luar wilayah.

“Jujur kaget juga, soalnya tiap tahun memang mekar, tapi tahun ini lumayan ramai. Cantiknya dapat, berasa kayak di luar negeri. Daunnya banyak yang rontok, tinggal bunga kuningnya yang mendominasi. Foto dari angle mana saja bagus,” tuturnya.

Menurut Melly, daya tarik Tabebuya tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi magnet wisata musiman.

Apalagi, lokasinya berada di jalur menuju Goa Pancur yang telah dikenal sebagai salah satu tujuan wisata di wilayah Kayen.

Namun, meningkatnya jumlah pengunjung perlu diimbangi dengan kesadaran menjaga lingkungan. Ia mengingatkan agar wisatawan tidak merusak tanaman maupun membuang sampah sembarangan demi mendapatkan foto yang menarik.

“Harapannya, pohon Tabebuya ini dijaga dan dirawat bersama-sama. Jangan dipatahkan rantingnya cuma buat konten, jangan buang sampah sembarangan. Sayang banget kalau rusak,” ujarnya.

Melly juga berharap Pemerintah Kabupaten Pati mempertimbangkan pengembangan Tabebuya di sejumlah titik strategis.

Dengan penataan yang baik, tanaman tersebut bisa memperindah lingkungan sekaligus menambah pilihan destinasi wisata bagi masyarakat.

“Semoga bisa ditanam lebih banyak lagi di titik-titik lain di Pati, biar nanti jadi ikon kota. Kalau ditata bagus, bisa jadi agenda wisata musiman setiap tahun,” pungkasnya.

Mekarnya Tabebuya di Desa Jimbaran menjadi contoh bagaimana keindahan lingkungan desa dapat menarik perhatian lebih luas melalui media sosial.

Jika potensi tersebut dikembangkan tanpa mengabaikan kenyamanan warga dan kelestarian tanaman, kawasan ini berpeluang menjadi tujuan wisata musiman yang dinantikan setiap tahun. (adr)

Editor : Abdul Rochim
bunga Tabebuya Pati Desa Jimbaran Kayen Goa Pancur Pati Tabebuya viral wisata pati