Dugaan Kekerasan di SR Pati, Korban Alami Luka di Bagian Gusi

Abdul Rochim • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 20:01 WIB
BELAJAR: Siswa menjalani pembelajaran di SR Pati kemarin. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)
BELAJAR: Siswa menjalani pembelajaran di SR Pati kemarin. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)

PATI — Sekolah Rakyat Terintegrasi I Tlogowungu, Kabupaten Pati, masih mendalami dugaan kekerasan yang melibatkan sejumlah siswa.

Insiden tersebut menyebabkan seorang siswa kelas X berinisial D mengalami luka.

Pihak sekolah menegaskan tidak membenarkan tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun.

Baca Juga: Iqbal Al Ghuzat Pulang Kampung ke Persipa Pati, Suporter Diingatkan Momen Liga 3 Jateng 2018

Penelusuran dilakukan bersama guru, wali asuh, dan wali asrama untuk memastikan kronologi, jumlah siswa yang terlibat, serta peran masing-masing.

Insiden tersebut terjadi pada Selasa malam (29/9/2026), setelah siswa makan malam dan menjelang salat Isya.

Wakil Kepala Kesiswaan Sekolah Rakyat Kabupaten Pati Fachrudin Dwi Saputro mengatakan, pihak sekolah mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat laporan dari siswa.

Wali yang bertugas kemudian mendatangi lokasi dan mendapati kejadian telah dilerai siswa lainnya.

“Untuk berita yang sedang viral saat ini, kami sedang mendalaminya bersama tim guru, wali asuh dan wali asrama. Apa pun alasan dan latar belakangnya, kami tidak membenarkan tindakan tersebut,” kata Fachrudin.

Setelah kejadian, sekolah menawarkan korban untuk mendapatkan perawatan. Namun, saat itu korban memilih beristirahat.

Sebagai langkah awal, kamar korban kemudian dipisahkan dari lingkungan pengasuhan dan kondisi siswa tetap dipantau.

Pada keesokan harinya, korban dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD) untuk menjalani pemeriksaan medis.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada masalah serius pada bagian dada dan leher. Korban hanya mengalami luka ringan pada gusi.

“Setelah dirontgen, dari dokter area dada dan leher aman. Hanya ada luka sedikit di bagian gusi. Dinyatakan boleh pulang atau rawat jalan dan diberikan rujukan ke dokter gigi,” jelasnya.

Setelah pemeriksaan, korban diperbolehkan menjalani perawatan di rumah. Sekolah sebelumnya menawarkan perawatan di lingkungan sekolah, tetapi keluarga memilih membawa korban pulang.

Sekolah Masih Dalami Peran Siswa

Fachrudin mengatakan, pihak sekolah belum memastikan jumlah siswa yang terlibat dalam insiden tersebut. Berdasarkan informasi sementara, tidak semua siswa yang berada di lokasi memiliki peran yang sama.

Sebagian siswa diduga terlibat dalam kejadian, sementara lainnya berupaya melerai. Ada pula siswa yang hanya berada di sekitar lokasi ketika insiden berlangsung.

“Jadi kami belum memastikan jumlahnya secara pasti,” bebernya.

Terkait keberlanjutan pendidikan korban, sekolah telah melakukan pendekatan kepada siswa dan keluarganya. Dari komunikasi awal, korban disebut masih ingin melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Tlogowungu.

Korban juga disebut tidak merasa takut untuk kembali bersekolah dan bertemu teman-temannya.

Sekolah turut memfasilitasi mediasi antara keluarga korban dan keluarga siswa yang diduga terlibat. Namun, mediasi awal belum menghasilkan penyelesaian sehingga proses tersebut akan dilanjutkan.

Sekolah Rakyat Terintegrasi I Tlogowungu saat ini menampung sekitar 320 siswa jenjang SD hingga SMA. Proses pendidikan dan pendampingan didukung sekitar 150 tenaga pendidik serta pendamping.

Menurut Fachrudin, jumlah tenaga pendidik dan pendamping tersebut diperlukan karena siswa tidak hanya mengikuti pembelajaran, tetapi juga tinggal dan menjalani berbagai aktivitas di lingkungan sekolah.

“Kami butuh tenaga ekstra untuk mendidik dan membimbing mereka, sehingga menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman,” katanya.

Untuk mendukung pengawasan, sekolah telah memasang CCTV di sejumlah area gedung. Namun, kamera tidak dipasang di kamar siswa karena merupakan ruang privat.

Sementara itu, keluarga korban telah membawa persoalan tersebut ke jalur hukum dengan membuat pengaduan ke Polresta Pati. (adr)

Editor : Abdul Rochim
pendidikan Pati siswa Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat Tlogowungu dugaan kekerasan Pati Polresta Pati