PATI – Pemerintah Kabupaten Pati terus mempercepat penyaluran bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan.
Sebanyak 30 truk tangki air bersih kembali diluncurkan, menambah total distribusi yang telah mencapai 140 tangki.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, kekeringan saat ini telah berdampak pada 62 desa yang tersebar di enam kecamatan.
Baca Juga: Plt Bupati Chandra Siapkan Solusi Permanen Kekeringan Lemahbang Pati
“Bantuan air bersih daerah kekeringan hari ini diluncurkan 30 truk tangki. Total sudah 140 tangki yang dibagikan dari TNI AL dan Lindu Aji,” kata Chandra.
Menurutnya, penanganan kekeringan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan sejumlah pihak.
Selain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah juga mengerahkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Palang Merah Indonesia (PMI), dunia usaha, serta unsur lainnya.
“Kondisi kekeringan di Pati ada 62 desa terdampak di enam kecamatan. Tentunya upaya pengiriman air terus kami lakukan. Dari BPBD, Baznas, PMI, dunia usaha semua kita kerahkan,” ujarnya.
Chandra juga menyampaikan apresiasi kepada TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan organisasi masyarakat Lindu Aji yang turut membantu distribusi air bersih bagi warga terdampak kekeringan.
Untuk mendukung penanganan bencana, pemerintah daerah telah mencairkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Menurut Chandra, tambahan BTT yang disiapkan tahun ini mencapai Rp20 miliar.
Anggaran tersebut tidak hanya disiapkan untuk menangani kekeringan, tetapi juga untuk mengantisipasi potensi bencana pada musim hujan, termasuk banjir.
“BTT sudah cair, sudah dilaksanakan. BTT sangat mencukupi untuk penanganan kekeringan. Karena ada tambahan BTT tahun ini total Rp20 miliar disiapkan. Anggaran tidak hanya untuk kekeringan, tetapi untuk persiapan di musim hujan karena ada potensi bencana banjir,” jelasnya.
Sementara itu, Paster Lanal Semarang Mayor Laut (T) Edy Waluyo mengatakan, TNI AL akan terus membantu penanganan kekeringan di Kabupaten Pati melalui distribusi air bersih.
Baca Juga: Kekeringan Berdampak, Tanah Bergerak di Bantaran Sungai Silugonggo Pati Rusak Tujuh Ruko
Pihaknya telah melakukan survei untuk memetakan kebutuhan air di sejumlah wilayah. Bantuan tersebut menyasar lima kecamatan, yakni Kayen, Jakenan, Pucakwangi, Batangan, dan Gabus, dengan total 27 desa.
“Kita berkelanjutan membantu kekeringan dengan mengirim air bersih. Kita sudah survei kebutuhan. Ada lima kecamatan, yakni Kayen, Jakenan, Pucakwangi, Batangan, dan Gabus, 27 desa yang kita distribusikan,” kata Edy.
Ia menjelaskan, setiap unit truk tangki yang dikerahkan membawa sekitar 8.000 liter air bersih untuk didistribusikan ke desa-desa yang mengalami kekurangan air.
“Satu unit tangki 8.000 liter air bersih kita droping ke desa-desa yang kekurangan air bersih,” ujarnya. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab