Cegah Keracunan MBG, Plt Bupati Pati Periksa Sejumlah SPPG di Cluwak

Sastra Muria • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 14:57 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Cluwak, Jumat (25/9/2026). (Jatengprov)
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Cluwak, Jumat (25/9/2026). (Jatengprov)

PATI – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Cluwak, Jumat (25/9/2026) dini hari.

Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi keracunan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sidak dimulai sekitar pukul 03.00 WIB. Chandra bersama jajaran pemerintah daerah mengunjungi SPPG Ngablak 1, Ngablak 2, Sumur 1, Sumur 2, Ngawen, hingga SPPG di Dukuh Kramat, Desa Ngablak.

Baca Juga: Kades Nonaktif Bulumanis Lor Pati Ditangkap Polisi, Kasus Dana Desa Rp 470 Juta Bergulir

Dalam kunjungan tersebut, pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada kondisi makanan.

Tim juga melihat kualitas bahan baku, penerapan prosedur kerja di dapur, serta kondisi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) pada masing-masing SPPG.

Salah satu temuan terdapat pada tahap penyortiran bahan pangan. Chandra mendapati sejumlah buah jeruk yang kulitnya telah berubah warna dan tampak kehitaman.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menjadi sumber kontaminasi apabila bahan yang tidak layak bercampur dengan bahan pangan lainnya.

“Walaupun mungkin kalau dibuka masih layak untuk dimakan, kotoran itu bisa mengontaminasi makanan yang lain,” ujar Chandra.

Selain bahan makanan, kondisi IPAL juga menjadi perhatian.

Beberapa SPPG dinilai masih perlu melakukan pembenahan karena saluran pengolahan limbah belum dilengkapi grease trap atau penyaring lemak.

Kondisi tersebut memungkinkan sisa lemak dari aktivitas memasak masuk ke saluran pembuangan.

Chandra menilai pengelolaan limbah perlu diperhatikan karena berkaitan dengan kondisi lingkungan di sekitar SPPG.

Ia meminta pengelola segera memperbaiki fasilitas yang belum memenuhi ketentuan agar tidak menimbulkan persoalan bagi masyarakat.

Pengawasan juga diarahkan pada pemilihan pemasok bahan pangan.

Kepala SPPG dan mitra penyedia diminta tidak hanya mempertimbangkan harga ketika memilih pemasok, tetapi juga memastikan bahan yang diterima memenuhi standar keamanan dan kualitas.

“Berikan yang terbaik buat putra-putri kita. Jangan sampai mengambil supplier-supplier yang murah, karena ini menjadi salah satu faktor pemicu masalah keracunan di SPPG,” kata Chandra.

Ia juga meminta setiap SPPG menjalankan prosedur operasional standar (SOP) secara konsisten.

Pengaturan jalur makanan, area pemorsian, ruang pendinginan, serta pemisahan gudang bahan basah dan kering menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian.

Menurut Chandra, kepatuhan terhadap SOP dapat membantu mengurangi potensi terjadinya masalah dalam penyediaan makanan bagi penerima manfaat MBG.

Di sisi lain, SPPG yang berada di Dukuh Kramat, Desa Ngablak, dinilai telah memenuhi standar kebersihan dan kelayakan operasional.

Penggunaan lantai berbahan epoxy menjadi salah satu fasilitas yang dinilai dapat dijadikan contoh bagi SPPG lainnya.

Chandra mengatakan pengawasan terhadap SPPG akan dilakukan secara berkala.

Pemerintah Kabupaten Pati juga akan menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai kualitas makanan guna mengetahui sumber persoalan dan menentukan langkah penanganannya.

“Sidak-sidak ini akan terus kami lakukan, dalam upaya pencegahan keracunan ataupun untuk mencegah adanya makanan yang tidak layak untuk dikonsumsi,” ujar Chandra.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Luky Pratugas Narimo menyampaikan perkembangan pemeriksaan laboratorium terkait dugaan keracunan MBG di Kecamatan Gembong.

Pemeriksaan parameter mikrobiologi telah selesai, sedangkan pemeriksaan parameter kimia masih berlangsung.

Hasil pemeriksaan tersebut selanjutnya diserahkan kepada RSUD RAA Soewondo untuk mendapatkan ekspertisi dari dokter spesialis patologi klinik.

Setelah seluruh parameter selesai diperiksa, hasilnya akan disampaikan kepada Satgas MBG sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah berikutnya. (*)

Editor : Abdul Rochim
SPPG Pati MBG Pati sidak SPPG Cluwak Risma Ardhi Chandra keracunan mbg