RADAR PATI – Kabupaten Pati berpotensi mendapatkan suntikan investasi sekitar Rp 12,6 triliun pada 2027.
Nilai tersebut berasal dari komitmen delapan perusahaan yang dituangkan melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) dalam Pati Business Forum 2026.
Forum yang digelar di Pendapa Kabupaten Pati, Senin malam (28/9/2026), mempertemukan pemerintah daerah dengan sekitar 70 perusahaan dari berbagai sektor.
Baca Juga: Tragedi Maut di JLS Pati: Gagal Menyalip di Celah Sempit, Pengendara Motor Meninggal Terlindas Truk
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan komitmen investasi tersebut menunjukkan peluang penanaman modal di Pati masih terbuka.
“Total LoI yang akan kami tanda tangani dengan delapan perusahaan sekitar Rp 12,6 triliun. Ini pencapaian yang sangat luar biasa. Investasi tetap mengalir dan luar biasa di Kabupaten Pati,” kata Chandra.
Investasi Terbesar untuk Ubah Sampah Jadi Energi
Salah satu proyek dengan nilai investasi terbesar menyasar persoalan sampah.
Pati disebut menghasilkan timbulan sampah sekitar 697 ton per hari. Kondisi tersebut menjadi salah satu peluang pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Rencana tersebut akan digarap PT Sinergi Enviro Solution dan PT Sichuan Energy Development dengan nilai investasi sekitar Rp 5,2 triliun.
Chandra menyebut pengolahan sampah menjadi energi dapat menjadi salah satu solusi terhadap persoalan persampahan sekaligus membuka peluang pengembangan sektor energi di Pati.
Ada Investasi Energi Surya Rp 2,7 Triliun
Sektor energi juga mendapatkan perhatian melalui rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
PT Synergy Infra Hijau dan PT Sichuan Energy Development Group tercatat menyampaikan komitmen investasi sekitar Rp 2,7 triliun untuk sektor tersebut.
Sementara itu, PT Sino Textile Group disebut menyiapkan investasi sekitar Rp 3 triliun pada sektor solar farm.
Masuknya investasi energi tersebut menambah variasi sektor usaha yang dibidik investor di Kabupaten Pati.
Pelabuhan dan Perikanan Dapat Suntikan Rp 1,45 Triliun
Potensi pesisir dan perikanan Pati juga menjadi sasaran investasi.
PT Lensa Patria Energi berencana menanamkan modal sekitar Rp 1,45 triliun untuk pengembangan sektor pelabuhan dan perikanan.
Investasi tersebut mencakup pembangunan fasilitas cold storage hingga industri pengolahan ikan.
Chandra menyebut potensi perikanan Pati cukup besar. Berdasarkan data yang disampaikannya, terdapat sekitar 800 kapal berukuran di atas 30 GT dan sekitar 2.500 kapal di bawah 30 GT.
“Pati punya potensi perikanan yang sangat besar. Kapal di atas 30 GT yang tercatat sekitar 800 unit, sedangkan kapal di bawah 30 GT sekitar 2.500 unit. Ini potensi yang bisa dikembangkan investor,” ujarnya.
Investasi Lainnya
Selain proyek bernilai triliunan rupiah, sejumlah perusahaan juga menyatakan komitmen investasi pada sektor lainnya.
Rinciannya meliputi:
-
PT Sinergi Infra Hijau: penerangan jalan sekitar Rp140 miliar.
-
PT Quanda Industrial: sekitar Rp55 miliar.
-
PT Putrajaya Sakti Samudera: sekitar Rp50 miliar.
-
PT RBJ Outdoor Products: industri barang dari kulit sekitar Rp28 miliar.
Beragam sektor tersebut menunjukkan investasi yang masuk tidak hanya berpusat pada energi, tetapi juga mencakup infrastruktur, perikanan dan industri manufaktur.
Pemkab Pati Bidik Penyerapan Tenaga Kerja
Masuknya investasi juga diharapkan memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.
Chandra mengatakan berdasarkan peninjauannya terhadap sejumlah perusahaan penanaman modal asing (PMA) di Pati, proporsi pekerja lokal disebut mencapai sekitar 90 persen.
Ia berharap perusahaan yang masuk pada 2027 dapat membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Pati, baik perempuan maupun laki-laki.
“Perusahaan-perusahaan ini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja perempuan. Laki-laki pun pastinya terserap untuk lapangan pekerjaan pada 2027,” jelasnya.
Pati Masih Punya Kawasan untuk Investor
Pemkab Pati juga menyatakan masih memiliki ruang untuk mengembangkan kawasan industri.
Chandra menyebut total kawasan industri yang berada di sejumlah wilayah Pati mencapai sekitar 5.600 hektare.
Pemkab Pati menyiapkan dukungan melalui Mal Pelayanan Publik serta Satgas Percepatan Investasi untuk membantu investor dalam proses perizinan dan penyelesaian kendala investasi.
“Kami akan kawal perizinannya supaya memudahkan Anda berinvestasi di Kabupaten Pati,” tegas Chandra.
Selain proyek yang telah menyatakan LoI, pemerintah daerah masih membuka peluang investasi pada sejumlah sektor berbasis potensi lokal.
Di antaranya industri garam, pengolahan hasil pertanian, serta energi terbarukan yang memanfaatkan komoditas jagung dan ketela.
Pati juga memiliki pabrik gula serta perkebunan jagung, ketela, dan tebu yang dinilai dapat dikembangkan menjadi industri bernilai tambah.
Chandra menyebut pengembangan industri tersebut diharapkan dapat mendukung sektor pangan, industri, sekaligus energi di Kabupaten Pati. (*)
Editor : Abdul Rochim