PATI – Temuan cacing air kembali menjadi sorotan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati.
Seekor cacing air terlihat menggeliat di atas nampan makanan salah satu siswa.
Temuan tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar.
Dalam rekaman itu, terlihat nampan stainless steel berisi potongan sayuran. Di salah satu sudut nampan tampak cacing air bergerak di dekat sisa makanan.
Baca Juga: MENJIJIKKAN! Ulat Hidup Ditemukan dalam Menu MBG di SMK BTB Juwana Pati
Perekam video terdengar kaget saat mengetahui keberadaan cacing tersebut.
"Tolong ya, ini apaan? Ini apaan?" ujar perekam.
Dalam video yang sama, terdengar pula suara orang di sekitar lokasi yang melontarkan sindiran terkait makanan MBG.
"Wah, bergizi... Wah, bergizi," ucap mereka.
Seorang guru yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya temuan cacing air tersebut. Namun, dia memastikan temuan hanya terjadi pada satu porsi makanan.
“Iya tadi. Ada cacingnya,” paparnya.
“Ketemunya satu saja. Tidak ada yang lain,” imbuhnya.
Setelah temuan diketahui, makanan tersebut tidak jadi dikonsumsi. Siswa yang bersangkutan langsung dilarang menyantap makanan tersebut. Siswa lain juga memilih tidak mengonsumsi menu MBG yang dibagikan.
“Jadinya pada tidak dimakan. Saya juga tidak makan,” tandasnya.
Beruntung, berdasarkan keterangan pihak sekolah, tidak ada siswa yang mengalami keracunan setelah temuan tersebut.
Sekolah Langsung Konfirmasi ke SPPG
Kepala MAN 1 Pati Moh. Kodri membenarkan bahwa cacing air ditemukan pada satu porsi menu MBG.
Pihak sekolah kemudian melakukan konfirmasi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan tersebut.
“Mohon maaf, ini sudah kami konfirmasikan ke SPPG-nya. Dan begitu mengetahui, langsung kami larang siswa yang bersangkutan untuk makan,” katanya.
Sekolah memastikan makanan yang terdapat cacing air tersebut tidak dikonsumsi oleh siswa. Temuan tersebut juga telah disampaikan kepada pihak SPPG untuk ditindaklanjuti.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab cacing air tersebut dapat ditemukan dalam makanan.
Belum diketahui pula apakah ada pemeriksaan lebih lanjut terhadap menu maupun bahan makanan yang digunakan. (adr)
Editor : Abdul Rochim