PATI – Seorang nelayan di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, diduga menjadi korban pembacokan.
Peristiwa tersebut disebut melibatkan warga Desa Doropayung, Kecamatan Juwana.
Berdasarkan data yang diterima, korban diketahui bernama Hervan Sistianto bin Siswo Oetomo (alm), 27 tahun.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Warga Doropayung Pati Dibacok hingga Bersimbah Darah
Korban tercatat sebagai warga Desa Doropayung RT 02 RW 01, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati.
Korban dilaporkan mengalami luka pada bagian belakang leher. Luka tersebut disebut cukup dalam dan lebar sehingga korban harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit setempat.
Sejumlah orang disebut mengetahui atau menjadi saksi terkait peristiwa tersebut.
Mereka antara lain Temon, 20, nelayan asal Desa Dukutalit; Mikhael, 24, warga Desa Doropayung; serta Togel, 21, yang bekerja di bidang perikanan dan berdomisili di Desa Karangrejo, Juwana.
Sementara itu, polisi mencatat seorang pria berinisial HW alias K, 30 tahun, warga Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, sebagai terlapor atau diduga pelaku dalam perkara tersebut.
Dari lokasi kejadian, petugas disebut mengamankan barang bukti berupa senjata tajam jenis celurit yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP), serta pakaian milik korban.
Informasi mengenai peristiwa tersebut sebelumnya juga beredar di tengah masyarakat Juwana. Salah seorang warga, Suwarji, mengatakan korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
“Di Juwana itu. Kalau tidak salah kemarin subuh. Orang Bakaran disikat Doropayung,” ujarnya.
Namun, informasi mengenai asal desa korban yang beredar di masyarakat tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut. Data korban yang diterima mencatat Hervan Sistianto sebagai warga Desa Doropayung.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti kronologi maupun motif dugaan pembacokan tersebut. Pihak kepolisian juga belum memberikan keterangan resmi terkait rangkaian kejadian.
Kasi Humas Polresta Pati Ipda Hafid Amin ketika dihubungi belum memberikan respons terkait perkara tersebut. (*)
Editor : Abdul Rochim