PATI – Sebuah video rekaman siswa salah satu SMK di Juwana, menemukan belatung pada lauk makan bergizi gratis (MBG) mereka.
Belatung hidup itu, tampak jelas menggeliat di lauk olahan daging yang disajikan di atas nampan.
Berdasarkan informasi, peristiwa ini diduga terjadi di SMK Bhina Tunas Bhakti (BTB) Kecamatan Juwana.
Dalam video berdurasi 17 detik yang beredar itu, tampak seorang siswa tengah membelah lauk makan siangnya. Menu MBG itu, menyerupai ayam krispi atau nugget.
Baca Juga: Jenguk Korban Keracunan MBG di Tanah Karo, Wapres Gibran Sebut Siswa Boleh Bawa Bekal dari Rumah
Ironisnya, saat daging olahan itu dibelah dengan tangan, terlihat jelas belatung berwarna putih. Hewan itu, menggeliat di sela-sela serat daging.
Lauk tak layak konsumsi itu, disajikan di atas ompreng berbahan stainless steel bersanding dengan nasi putih, selembar daun selada, dan lauk pendamping lain.
Terdengar riuh suara para siswa di balik layar yang merekam kejadian itu. Mereka terdengar sangat terkejut sekaligus jijik melihat kondisi makanan mereka.
Para murid saling memeringatkan teman-temannya, agar segera mengecek makanan sebelum dikonsumsi. “Hati-hati, Bos," ucap salah seorang siswa memperingatkan.
Terdengar pula siswa lain yang mengekspresikan kekagetannya dengan kalimat “Modar aku (mati aku).” Juga celetukan yang menyebutkan singkatan “MBG" yang diduga merujuk pada program makanan di sekolah itu.
Di dalam kolom komentar Facebook Vindi Agil, netizen pun ikut bersuara. “Mual melihatnya,” katanya.
Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi belatung tentu membawa risiko kesehatan serius bagi pencernaan para pelajar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun penyedia jasa katering terkait temuan fatal ini.
Saat dihubungi, Kepala SMK BTB Juwana Muslih Masduqi belum merespon. Di samping itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati juga belum menerima laporan.
“Belum ada laporan ke kami (Dinkes). Silakan bisa gunakan kanal lapor bupati,” kata Kepala Dinkes Pati Luky Pratugas Narimo.
Sementara itu, 17 murid di SDN Maitan 1, Tambakromo, Pati, Kamis (17/9) lalu, mengalami dugaan keracunan usai mengonsumsi susu dari MBG.
Menanggapi insiden ini, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra memastikan, kondisi seluruh murid yang terdampak kini telah membaik.
Chandra menyatakan, pihaknya telah bergerak cepat dengan menugaskan Dinkes mengecek langsung ke lokasi kejadian. “Laporannya ada 17 siswa.
Tapi alhamdulillah sudah bisa ditangani. Mereka sudah di rumah," ujarnya.
Ia menegaskan, tak ada satu pun murid yang harus menjalani rawat inap, akibat kejadian ini.
Sementara terkait kelayakan konsumsi susu itu, Chandra mengungkapkan, masa kedaluwarsa produk sebenarnya masih sangat panjang, hingga 2027.
Namun, ada laporan yang menyebut, cairan susu itu, berubah warna menjadi kuning. Pihak distributor diduga tidak mengecek isi produk secara langsung. Sebab, merasa tanggal kedaluwarsanya masih lama. “Mungkin karena rusak produksinya," jelas Chandra.
Sebagai tindak lanjut, sampel susu yang diduga menjadi pemicu keracunan itu, sedang dalam proses uji laboratorium.
Kejadian ini, juga akan menjadi bahan evaluasi. Agar mitigasi dan pengecekan produk dilakukan lebih ketat, sebelum dibagikan ke murid. Meski masa kedaluwarsanya masih panjang.
Sementara itu, ketika disinggung mengenai isu penghentian sementara distribusi susu di wilayah pasca kejadian, Chandra mengaku, belum mendapatkan laporan atau informasi terkait hal itu.
Kasus ini masih terus dalam pemantauan pihak-pihak terkait, sambil menunggu hasil uji laboratorium keluar. (adr/lin)
Editor : Abdul Rochim