Polisi Selidiki Kasus Keracunan Siswa di Pati, Sampel Makanan dan Muntahan Dikirim ke Labfor

Andre Faidhil Falah • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 18:18 WIB
SAKIT: Siswa keracunan MBG dirawat di RSUD Soewondo belum lama ini. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)
SAKIT: Siswa keracunan MBG dirawat di RSUD Soewondo belum lama ini. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)

PATI – Polresta Pati terus menyelidiki kasus dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Polisi mengamankan sejumlah sampel untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut.

Kasatreskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadian Widya Wiratama mengatakan, penyelidikan masih berjalan.

Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG di Gembong Meluas, 11 Siswa MTs Manbaul Ulum Dirawat

Polisi kini fokus mengumpulkan keterangan dan alat bukti yang diperlukan.

"Untuk update dari kami sekarang ini, sudah banyak dari korban terdampak yang sudah pulang. Namun, kami akan terus melakukan pembaruan terkait jumlah pastinya," jelas Kompol Dika.

Untuk mengetahui penyebab kejadian, Satreskrim Polresta Pati telah mengambil sejumlah sampel yang berkaitan dengan insiden tersebut.

Di antaranya sisa makanan yang dikonsumsi siswa serta muntahan dari korban.

"Kita sudah mengambil sampling makanan dan juga sisa muntahan dari para siswa untuk dilakukan uji Labfor," ungkapnya.

Sampel tersebut selanjutnya diperiksa di Laboratorium Forensik (Labfor). Hasil pemeriksaan diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai penyebab dugaan keracunan yang dialami para siswa.

Selain mengamankan barang bukti, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi.

Pemeriksaan dilakukan terhadap siswa yang terdampak maupun pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Meski demikian, polisi belum membeberkan kemungkinan adanya pihak yang ditetapkan sebagai tersangka maupun identitas secara detail pihak pengelola SPPG. Menurut Kompol Dika, proses penyelidikan masih berlangsung.

"Nanti kita sampaikan di perkembangan yang lebih lanjut karena kita masih proses penyelidikan," terangnya.

Polisi Minta Tak Berspekulasi

Kompol Dika juga menanggapi informasi yang beredar mengenai dugaan sabotase atau adanya pihak yang sengaja memasukkan sesuatu ke dalam makanan.

Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

"Kita masih dalam tahapan penyelidikan. Hasil Labfor-nya belum keluar, sehingga indikasinya apa belum bisa dipastikan," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati Luky Pratugas Narimo membenarkan bahwa sampel makanan MBG telah dikirim untuk menjalani pemeriksaan laboratorium di Semarang.

"Sudah. Labnya di Semarang. Hasilnya nanti nunggu ya," kata Luky.

Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan terhadap sampel menu makanan yang disediakan. Namun, tidak seluruh makanan diperiksa karena pengujian dilakukan menggunakan sampel dari menu yang tersedia.

"Hanya sampel. Tapi banyak poinnya. Per item per opsi," pungkasnya.

Hingga kini, kepolisian dan pemerintah daerah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Hasil tersebut akan menjadi salah satu bahan penting dalam proses penyelidikan untuk memastikan penyebab insiden yang menimpa para siswa. (adr)

Editor : Abdul Rochim
SPPG Pati keracunan MBG Pati sampel makanan Labfor siswa keracunan Pati Polresta Pati