Satgas BGN Investigasi Kasus Keracunan MBG di Gembong Pati, SPPG Ditutup

Abdul Rochim • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 20:38 WIB
PltBupati Pati Risma Ardhi Chandra. (HUMAS PATI)
PltBupati Pati Risma Ardhi Chandra. (HUMAS PATI)

PATI – Sebanyak 269 siswa di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menetapkan kejadian tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra yang juga Ketua Satgas Percepatan MBG Pati mengatakan, keselamatan para siswa menjadi prioritas pemerintah daerah.

Seluruh biaya penanganan dan pengobatan korban dipastikan ditanggung Pemkab Pati.

"Sekali lagi mohon maaf kepada orang tua murid, kepada masyarakat Kabupaten Pati, kami akan terus berupaya masalah ini bisa tertangani dengan segera dan masalah pengobatan semua ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Pati," ujar Chandra dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga: DPRD Pati Minta Korban Keracunan MBG Ditangani Sampai Pulih

Chandra memastikan pemerintah daerah terus memantau kondisi seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan kesehatan.

"Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan dan memastikan kondisi mereka terus terpantau," katanya.

269 Korban, 59 Jalani Rawat Inap

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pati hingga pukul 13.00 WIB, Kamis (10/9), terdapat 269 siswa dari tiga sekolah yang diduga mengalami keracunan.

Ketiga sekolah tersebut yakni SMPN 1 Gembong, MTsN 3 Pati, dan MTs Mambaul Ulum.

Dari total korban, sebanyak 210 siswa menjalani rawat jalan. Sementara 59 korban lainnya harus menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit.

Rinciannya, 24 korban dirawat di RSUD RAA Soewondo Pati, 13 korban di RS Mitra Bangsa, 20 korban di RS KSH, dan dua korban menjalani perawatan di Fastabiq Sehat.

Pemkab Pati melakukan penanganan melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan, fasilitas kesehatan, pihak sekolah, serta SPPG dan Badan Gizi Nasional (BGN).

"Kami terus memimpin penanganan dengan terus melakukan koordinasi langsung dengan pihak-pihak terkait," ujar Chandra.

Baca Juga: Keracunan MBG 265 Korban, Pati Tetapkan KLB dan Evaluasi Total 172 Dapur

Tenaga Kesehatan Datangi Rumah Siswa

Pemkab Pati juga melakukan pemantauan terhadap korban yang menjalani perawatan di rumah. Tenaga kesehatan diterjunkan apabila masih terdapat siswa yang mengalami keluhan.

Chandra menyebut pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan kepala sekolah, perawat, hingga direktur rumah sakit untuk memastikan kondisi korban terpantau.

"Misalkan ada yang masih sakit, kita minta tenaga kesehatan untuk datang ke rumah siswa-siswa tadi," ucapnya.

Selain penanganan medis, pemerintah daerah masih melakukan pendataan dan sinkronisasi jumlah korban untuk memastikan seluruh siswa yang terdampak mendapatkan penanganan.

SPPG Gembong 1 Ditutup Sementara

Sebagai langkah penanganan, SPPG Gembong 1 yang mengelola program MBG untuk wilayah tersebut ditutup sementara.

Pemkab Pati juga telah mengirim sampel makanan ke Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk pemeriksaan. Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru dapat diketahui dalam waktu satu hingga dua pekan.

Pemerintah daerah belum menyimpulkan penyebab kejadian tersebut dan masih menunggu hasil pemeriksaan resmi.

Chandra mengatakan pihaknya akan terus mengawal proses investigasi bersama instansi terkait. Evaluasi juga dilakukan terhadap proses distribusi makanan serta aspek keamanan pangan.

"Kami akan terus mengawal proses investigasi dan bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap proses distribusi serta keamanan pangan, dengan tetap menunggu hasil investigasi resmi," tegasnya.

Baca Juga: Kunjungi Korban Keracunan MBG Pati, Waka BGN Mayjen Trenggono Ancam Tutup Permanen SPPG

Penanganan KLB Dapat Gunakan Belanja Tidak Terduga

Chandra menegaskan kejadian tersebut masuk kategori KLB sehingga penanganan dalam kondisi darurat dapat menggunakan belanja tidak terduga (BTT).

Menurutnya, pemerintah daerah tidak akan membebankan biaya pengobatan kepada para korban.

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan seluruh siswa yang terdampak mendapatkan layanan kesehatan.

Pemkab Pati kini masih menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti kejadian. Sementara itu, pemantauan terhadap kondisi 269 siswa terus dilakukan hingga seluruh korban dinyatakan pulih. (*/him)

Editor : Abdul Rochim
keracunan MBG Pati 269 siswa keracunan KLB MBG Gembong SPPG Gembong 1 Makan Bergizi Gratis Pati