PATI – Sejumlah warga dan orang tua siswa di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, menyerukan aksi damai sebagai bentuk respons atas kasus dugaan gangguan kesehatan yang dialami ratusan warga sekolah setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ajakan tersebut beredar melalui media sosial dan mengajak orang tua atau wali murid yang anaknya terdampak untuk menyampaikan aspirasi secara bersama-sama.
Dalam unggahan yang beredar, aksi direncanakan berlangsung pada Sabtu (12/9/2026) mulai pukul 09.00 WIB.
Baca Juga: Ungkap Penyebab Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG, Sampel Makanan Diuji Forensik
Warga diajak menyampaikan tuntutan terkait keselamatan siswa, transparansi penanganan kasus, serta evaluasi pelaksanaan program MBG.
Sejumlah warga juga meminta pihak yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut.
Namun, hingga kini penyebab pasti gangguan kesehatan masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan oleh pihak berwenang.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati mencatat sebanyak 259 orang mengalami gejala kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG di SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati.
Dari jumlah tersebut, 48 orang menjalani rawat inap, sedangkan 138 lainnya mendapat penanganan rawat jalan.
Pemerintah bersama instansi terkait masih melakukan pendataan dan pemantauan terhadap kondisi para penerima manfaat.
Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan juga dilakukan untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan tersebut.
Ajakan aksi yang beredar menekankan penyampaian aspirasi secara damai.
Warga berharap kasus tersebut dapat segera ditangani secara transparan dan hasil pemeriksaan dapat disampaikan kepada masyarakat.
Hingga saat ini, belum ada kesimpulan resmi yang menyatakan penyebab gangguan kesehatan tersebut berasal dari kontaminasi makanan MBG.
Karena itu, hasil pemeriksaan laboratorium menjadi penting untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
Editor : Abdul Rochim