Beredar Ajakan Aksi Damai di Medsos Usai Keracunan MBG di Pati 

Abdul Rochim • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 14:38 WIB
Seruan aksi di Gembong, Pati akibat insiden keracunan yang memakan ratusan korban terdiri dari guru dan siswa.
Seruan aksi di Gembong, Pati akibat insiden keracunan yang memakan ratusan korban terdiri dari guru dan siswa.

PATI – Sejumlah warga dan orang tua siswa di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, menyerukan aksi damai sebagai bentuk respons atas kasus dugaan gangguan kesehatan yang dialami ratusan warga sekolah setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ajakan tersebut beredar melalui media sosial dan mengajak orang tua atau wali murid yang anaknya terdampak untuk menyampaikan aspirasi secara bersama-sama.

Dalam unggahan yang beredar, aksi direncanakan berlangsung pada Sabtu (12/9/2026) mulai pukul 09.00 WIB.

Baca Juga: Ungkap Penyebab Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG, Sampel Makanan Diuji Forensik

Warga diajak menyampaikan tuntutan terkait keselamatan siswa, transparansi penanganan kasus, serta evaluasi pelaksanaan program MBG.

Sejumlah warga juga meminta pihak yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut.

Namun, hingga kini penyebab pasti gangguan kesehatan masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan oleh pihak berwenang.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati mencatat sebanyak 259 orang mengalami gejala kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG di SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati.

Dari jumlah tersebut, 48 orang menjalani rawat inap, sedangkan 138 lainnya mendapat penanganan rawat jalan.

Pemerintah bersama instansi terkait masih melakukan pendataan dan pemantauan terhadap kondisi para penerima manfaat.

Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan juga dilakukan untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan tersebut.

Ajakan aksi yang beredar menekankan penyampaian aspirasi secara damai.

Warga berharap kasus tersebut dapat segera ditangani secara transparan dan hasil pemeriksaan dapat disampaikan kepada masyarakat.

Hingga saat ini, belum ada kesimpulan resmi yang menyatakan penyebab gangguan kesehatan tersebut berasal dari kontaminasi makanan MBG.

Karena itu, hasil pemeriksaan laboratorium menjadi penting untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. 

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Selasa (8/9/2026), ratusan siswa dari MTs Negeri 3 Pati dan SMP Negeri 1 Gembong menerima menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Gembong I.

Menu yang disajikan berupa nasi bakar dengan ayam suwir. Keluhan kesehatan mulai muncul beberapa jam setelah makanan dikonsumsi, berupa mual hingga diare.

Berdasarkan pendataan sementara, 127 siswa MTs Negeri 3 Pati diduga mengalami gangguan kesehatan.

Sementara di SMP Negeri 1 Gembong, terdapat 103 siswa dan 13 guru yang dilaporkan mengalami keluhan serupa.

Dinas Kesehatan Pati masih melakukan sinkronisasi data dengan sejumlah fasilitas kesehatan untuk memastikan kondisi dan jumlah penerima manfaat yang terdampak.

Sebagai langkah penanganan, sampel makanan dari bank sampel SPPG Gembong I telah diambil untuk menjalani uji laboratorium di Provinsi Jawa Tengah. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dalam satu hingga dua minggu.

Pemerintah daerah juga menutup sementara SPPG Gembong I untuk mitigasi dan evaluasi.

Hingga hasil pemeriksaan keluar, belum dapat dipastikan bahwa menu MBG tersebut menjadi penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa dan guru. (*/him)

 

Editor : Abdul Rochim
MBG Pati dugaan keracunan MBG SMPN 1 Gembong aksi damai Gembong orang tua siswa Gembong