PATI — Menu nasi bakar dengan ayam suwir dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong I menjadi sorotan setelah ratusan siswa di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, diduga mengalami gangguan kesehatan.
Menu tersebut merupakan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa di SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati pada Selasa (8/9/2026).
Setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah siswa kemudian mengalami keluhan kesehatan. Gejala yang dilaporkan antara lain mual hingga diare.
Baca Juga: SPPG Gembong I Ditutup Sementara Usai Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG
Namun, belum dapat dipastikan bahwa nasi bakar ayam suwir tersebut menjadi penyebab gangguan kesehatan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.
Kepala Dinkes Pati Luky Pratugas Narimo mengatakan, sampel menu MBG tersebut telah diambil dari bank sampel SPPG Gembong I untuk diperiksa.
“Sampel tentunya makanan yang disajikan kemarin, semuanya kita ambil dari bank sampel SPPG nanti kita lakukan uji lab,” ujar Luky saat ditemui di halaman SMP Negeri 1 Gembong, Rabu (9/9/2026).
Pemeriksaan akan dilakukan di Provinsi Jawa Tengah. Hasilnya diperkirakan keluar dalam waktu satu hingga dua minggu.
“Sekitar satu sampai dua mingguan, baru bisa keluar,” katanya.
Menu nasi bakar ayam suwir tersebut menjadi salah satu sampel yang diperiksa karena merupakan makanan yang disajikan kepada para siswa sebelum munculnya keluhan.
Dugaan gangguan kesehatan terjadi di dua sekolah. Di MTs Negeri 3 Pati, sebanyak 127 siswa dilaporkan mengalami keluhan.
Sementara itu, di SMP Negeri 1 Gembong terdapat 103 siswa dan 13 guru yang dilaporkan mengalami keluhan berupa mual hingga diare.
Dinkes Pati masih melakukan pendataan dan sinkronisasi kondisi para siswa dengan fasilitas kesehatan.
Data tersebut akan diperbarui berdasarkan informasi dari RSUD Soewondo, RS Mitra Bangsa, dan KSH.
“Data akan kita update berdasarkan sinkronisasi kami dengan faskes yang ada di Soewondo, Mitra dan juga KSH,” jelas Luky.
Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menentukan apakah terdapat kaitan antara kondisi makanan dengan gangguan kesehatan yang dialami para siswa dan guru.
Untuk sementara, nasi bakar ayam suwir tersebut masih berstatus sebagai menu yang dikonsumsi sebelum munculnya keluhan, bukan sebagai penyebab yang telah terbukti. (*/him)