SPPG Gembong I Ditutup Sementara Usai Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG

Abdul Rochim • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 13:47 WIB
Sejumlah siswa di Pati dievakuasi ke rumah sakit karena keracunan MBG. (ANDRE F/RADAR PATI)
Sejumlah siswa di Pati dievakuasi ke rumah sakit karena keracunan MBG. (ANDRE F/RADAR PATI)

PATI — Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong I di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, ditutup sementara.

Langkah tersebut dilakukan menyusul dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa dari dua sekolah jenjang menengah pertama.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, penutupan sementara dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Baca Juga: Tak Hanya Ratusan Siswa, Guru di Pati juga Alami Diare dan Mual usai Santap MBG

“Pastinya ditutup sementara, sambil mitigasi, keracunannya dari makanan apa tadi,” ujar Chandra saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Selain menghentikan sementara operasional dapur SPPG, Pemkab Pati juga mengirimkan sampel makanan yang diduga dikonsumsi para siswa untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.

Sampel tersebut berupa nasi bakar dengan ayam suwir.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kemungkinan penyebab munculnya keluhan kesehatan yang dialami para siswa dan guru.

“Sampelnya kita kirim ke Dinas Kesehatan Provinsi untuk dilabkan. Masalahnya di mana,” kata Chandra.

Sebelumnya, ratusan siswa dari MTs Negeri 3 Pati dan SMP Negeri 1 Gembong diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Para siswa mengalami sejumlah keluhan, di antaranya mual dan diare.

Dugaan gangguan kesehatan tersebut tidak langsung muncul setelah makanan dikonsumsi.

Menu MBG untuk kedua sekolah tersebut diketahui didistribusikan terlambat pada Selasa (8/9/2026).

Setelah menyantap makanan, para siswa belum merasakan keluhan pada saat itu.

Namun, keluhan mulai dirasakan pada sore hingga malam hari. Sejumlah siswa mulai mengalami mual dan diare setelah berada di rumah.

Keluhan tersebut kemudian berlanjut hingga Rabu (9/9/2026), saat para siswa kembali berada di sekolah.

Pihak sekolah kemudian melakukan pendataan terhadap siswa dan guru yang mengalami gejala.

Berdasarkan data sementara, jumlah siswa MTs Negeri 3 Pati yang diduga mengalami gangguan kesehatan mencapai 127 orang.

Sementara itu, di SMP Negeri 1 Gembong terdapat 103 siswa dan 13 guru yang dilaporkan mengalami keluhan serupa.

Dengan adanya kejadian tersebut, operasional SPPG Gembong I untuk sementara dihentikan.

Pemerintah daerah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para penerima manfaat MBG.

Hasil uji laboratorium nantinya diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi dan penanganan lebih lanjut terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah Gembong. (*/him)

 

Editor : Abdul Rochim
keracunan MBG Pati SMP Negeri 1 Gembong MTs Negeri 3 Pati SPPG Gembong I Makan Bergizi Gratis