Tak Hanya Ratusan Siswa, Guru di Pati juga Alami Diare dan Mual usai Santap MBG

Abdul Rochim • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 13:42 WIB
Ratusan siswa di Pati dirawat di RSUD Soewondo alami keracunan usai santap MBG. (ANDRE F/RADAR PATI)
Ratusan siswa di Pati dirawat di RSUD Soewondo alami keracunan usai santap MBG. (ANDRE F/RADAR PATI)

PATI – Ratusan siswa dan guru di dua sekolah di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mereka dilaporkan mengalami keluhan mual dan diare.

Baca Juga: UPDATE: Korban Dugaan Keracunan MBG di Pati Bertambah Jadi 259 Orang, 48 Dirawat Inap

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, mengatakan dua sekolah yang terdampak yakni SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati.

"Lokasi ada dua sekolah. MTs Negeri 3 Pati dan SMP Negeri 1 Gembong," kata Luky saat ditemui di SMP Negeri 1 Gembong, Rabu (9/9/2026).

Di SMP Negeri 1 Gembong, tercatat 103 siswa dan 13 guru mengalami mual serta diare.

Sementara di MTs Negeri 3 Pati, terdapat 127 siswa dan 30 guru yang mengalami keluhan serupa setelah menyantap MBG.

Dengan demikian, berdasarkan data sementara, sedikitnya 273 orang dari dua sekolah tersebut mengalami gejala yang dilaporkan.

Dinkes Masih Selidiki Penyebab

Luky mengatakan laporan pertama mengenai dugaan keracunan diterima Dinas Kesehatan Pati sekitar pukul 09.00 WIB.

Namun, ia menegaskan bahwa penyebab gangguan kesehatan tersebut belum dapat dipastikan.

"Kami mendapatkan laporan sekira jam 09.00 WIB, informasi kami dapat awal merupakan dugaan keracunan MBG yang disajikan kemarin. Ini masih dugaan," jelasnya.

Dinkes Pati masih melakukan penyelidikan epidemiologis untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan pada siswa dan guru.

Pemeriksaan laboratorium juga dilakukan sebagai bagian dari proses penelusuran.

"Tim kami masih melakukan penyelidikan lagi, kami belum bisa memastikan penyebabnya seperti apa. Kita tunggu penyelidikan epidemiologis seperti apa, hasil uji lab seperti apa," ujar Luky.

Siswa Mendapat Penanganan di Fasilitas Kesehatan

Para siswa dan guru yang mengalami keluhan kemudian mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Pati.

Dinkes masih melakukan pendataan karena jumlah korban bersifat dinamis.

Data tersebut nantinya akan disinkronkan dengan laporan dari sejumlah fasilitas kesehatan.

"Data belum, masih dinamis, belum bisa memastikan berapa jumlahnya. Data akan kami update berdasarkan sinkronisasi berdasarkan faskes yang ada di RSUD Soewondo, Mitra dan KSH," kata Luky.

Hingga proses penyelidikan selesai, Dinkes Pati belum menetapkan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami warga sekolah tersebut.

Status kejadian masih berupa dugaan keracunan setelah konsumsi MBG. (*/him)

 

Editor : Abdul Rochim
SMP Negeri 1 Gembong MTs Negeri 3 Pati pati gembong keracunan mbg