UPDATE: Korban Dugaan Keracunan MBG di Pati Bertambah Jadi 259 Orang, 48 Dirawat Inap

Andre Faidhil Falah • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 11:16 WIB

Sejumlah siswa keracunan MBG di Gembong Pati diberi layanan rawat inap. (ANDRE F/RADARPATI)

Sejumlah siswa keracunan MBG di Gembong Pati diberi layanan rawat inap. (ANDRE F/RADARPATI)

PATI – Jumlah warga sekolah yang mengalami gejala kesehatan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati terus bertambah.

Hingga Kamis (10/9/2026) pukul 09.00 WIB, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mencatat sebanyak 259 orang mengalami gejala kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan MBG.

Dari jumlah tersebut, 48 orang harus menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit rujukan karena membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Kepala Dinkes Kabupaten Pati Luky Pratugas Narimo mengatakan, puluhan pasien yang menjalani rawat inap tersebut tersebar di empat fasilitas kesehatan.

”Pasien rawat inap tersebut tersebar di beberapa fasilitas kesehatan, meliputi RSUD Soewondo sebanyak 23 orang, RS Mitra Bangsa 12 orang, RS KSH 12 orang, serta RS Fastabiq Sehat sebanyak satu orang,” jelas Luky.

Selain pasien rawat inap, sebanyak 138 orang lainnya menjalani rawat jalan setelah mendapatkan penanganan medis.

Sebagian besar pasien rawat jalan ditangani di RSUD Soewondo, yakni 104 orang. Kemudian 31 orang menjalani perawatan di RS Mitra Bangsa dan tiga orang mendapat penanganan di Puskesmas Gembong.

Dinkes Pati bersama sejumlah instansi terkait masih melakukan pemantauan dan pendataan secara berkala menyusul terus bertambahnya warga sekolah yang mengalami gejala.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi para korban sekaligus mengetahui perkembangan kasus dugaan keracunan tersebut.

Di sisi lain, pemeriksaan terhadap sampel makanan juga masih berlangsung. Pemerintah masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab serta ada tidaknya kontaminasi pada menu MBG yang dikonsumsi siswa dan guru.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi dasar untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami ratusan warga sekolah di dua lembaga pendidikan tersebut. (adr)

Editor : Abdul Rochim
MBG Pati keracunan MBG Pati SMPN 1 Gembong MTsN 3 Pati dinkes pati