PATI – Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Pati menggarap perbaikan lima ruas jalan di wilayah Pati dan sekitarnya dengan total anggaran sekitar Rp10 miliar.
Pekerjaan tersebut meliputi pengaspalan, perbaikan beton, serta pembangunan saluran drainase untuk meningkatkan kondisi jalan dan mendukung kelancaran lalu lintas.
Kepala BPJ Wilayah Pati, Andi Setiawan, mengatakan lima ruas jalan yang menjadi sasaran perbaikan yakni Pati–Tayu, Tayu–Keling, Pati–Sukolilo, Kaliwungu–Kalinyamatan, dan Jati–Klambu.
Baca Juga: Atasi Jalan Kerap Amblas, Ruas Bringin di Grobogan Gunakan Metode Borepile
“Total ada lima ruas jalan yang kita garap dengan anggaran sekitar Rp10 miliar. Mudah-mudahan dalam perubahan anggaran ada tambahan lagi sehingga bisa dimaksimalkan untuk perbaikan dan pemeliharaan,” ujar Andi.
Ia menjelaskan, panjang jalan yang diperbaiki rata-rata sekitar satu kilometer pada setiap ruas. Pekerjaan menggunakan material aspal overlay satu lapis AC-WC.
Namun, perbaikan di ruas Jati–Klambu dilakukan dengan metode berbeda. Sebanyak 70 titik beton yang rusak dibongkar dan dicor ulang. Masing-masing titik memiliki ukuran 3 x 3 meter.
Lebih lanjut Andi menyebut ruas Pati–Tayu menjadi salah satu prioritas utama dalam program perbaikan tersebut.
Selain pengaspalan, BPJ Wilayah Pati juga melakukan penambahan perkerasan bahu jalan menggunakan beton selebar satu meter.
Baca Juga: Jalingkut Grobogan Paling Banyak Lubang Jalan, 106 Segmen Kini Dibongkar
Pekerjaan bahu jalan itu dibagi menjadi dua segmen, yakni segmen pertama sepanjang 400 meter dan segmen kedua sepanjang 600 meter. Dengan penambahan tersebut, lebar jalan yang semula sekitar enam meter menjadi tujuh meter.
“Penambahan bahu jalan dengan perkerasan beton ini diharapkan bisa menampung lalu lintas lebih banyak,” katanya.
Pekerjaan dimulai dari kawasan lampu merah RSUD RAA Soewondo Pati, kemudian ada di titik Kecamatan Margoyoso hingga Kecamatan Cluwak.
Menurut Andi, ruas tersebut menjadi prioritas karena tingginya kebutuhan peningkatan kapasitas jalan.
Pengerjaan perbaikan Pati–Tayu ditargetkan selesai dalam waktu empat bulan, atau sekitar akhir November 2026. Pekerjaan telah dimulai sejak Agustus 2026.
Baca Juga: Jembatan Sumber di Blora Tak Kunjung Diperbaiki, Pengguna Jalan Khawatir Putus saat Musim Hujan
“Pelebaran ruas jalan ini memang sangat dibutuhkan tapi kondisi di lapangan yang menjadi tantangan, karena ruang milik jalan di kanan kiri sudah banyak jadi pagar atau teras rumah masyarakat. Kalau memungkinkan pasti programnya pelebaran,” papar Andi.
Selain pengaspalan dan perkerasan beton, BPJ Wilayah Pati juga mengerjakan pembangunan saluran U-Ditch di ruas Pati–Kayen–Sukolilo.
Andi mengatakan pembangunan saluran tersebut menjadi kebutuhan mendesak karena sejumlah titik di ruas jalan itu kerap mengalami genangan saat hujan.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat sekaligus mempercepat kerusakan jalan.
“Pembuatan saluran ini sangat urgent karena kondisinya sering banjir menggenang, masyarakat terganggu, dan jalannya cepat rusak. Karena itu upaya ini kami lakukan,” ujarnya.
Sementara itu, pekerjaan pengaspalan di ruas Kaliwungu–Kalinyamatan disebut telah selesai. Adapun perbaikan di ruas jalan lainnya masih menjadi bagian dari program penanganan jalan yang dikerjakan BPJ Wilayah Pati. (aua)
Editor : Admin