Ribuan Hektare Sawah di Pati Terancam Gagal Panen, 15 Desa Mulai Kekurangan Air

Andre Faidhil Falah • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 19:40 WIB

KERING: Dasar Sungai Silugonggo mulai terlihat di Desa Dengkek, Pati kemarin. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)
KERING: Dasar Sungai Silugonggo mulai terlihat di Desa Dengkek, Pati kemarin. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)

PATI – Kemarau panjang mulai menimbulkan ancaman serius bagi sektor pertanian dan ketersediaan air bersih di Kabupaten Pati.

Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Pati mencatat sekitar 2.655 hektare lahan sawah kini terancam gagal panen akibat kekeringan.

Menyusutnya debit sungai dan mengeringnya sejumlah sumber air membuat tanaman padi kesulitan mendapatkan pasokan untuk kebutuhan pengairan.

Ancaman tersebut tersebar di sejumlah wilayah kecamatan.

Baca Juga: Dinilai Memberatkan, Warga Pati Tuntut Tarif BPHTB Diturunkan Jadi 1 Persen

Kepala Dispertan Kabupaten Pati Ratri Wijayanto mengatakan, total lahan pertanian padi yang terdampak kekeringan mencapai sekitar 3.057 hektare.

Dari jumlah tersebut, sekitar 2.655 hektare berada dalam kondisi terancam gagal panen.

“Dari sekitar 3.057 hektare lahan pertanian padi yang terdampak kekeringan, kurang lebih 2.655 hektare saat ini terancam gagal panen,” ungkap Ratri.

Kecamatan Gabus menjadi wilayah dengan luasan sawah terancam gagal panen terbesar, yakni mencapai 764 hektare. Berikutnya Kecamatan Pati dengan 706 hektare dan Kecamatan Margorejo seluas 469 hektare.

Ancaman kekeringan juga terjadi di Kecamatan Jakenan dengan luas sekitar 442 hektare serta Kecamatan Kayen yang mencapai 210 hektare.

Menurut Ratri, potensi gagal panen cukup besar apabila kondisi kekeringan terus berlanjut tanpa tambahan pasokan air.

Karena itu, Dispertan berupaya melakukan berbagai langkah untuk menekan dampak kekeringan sekaligus menyelamatkan tanaman padi petani.

Salah satu upaya yang ditempuh adalah mengusahakan tambahan pasokan air ke Sungai Silugonggo.

Air tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan pengairan lahan pertanian di wilayah terdampak.

Ratri menyebut Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra telah mengirimkan surat kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Surat tersebut berisi permohonan penggelontoran air ke Sungai Silugonggo yang debitnya terus menyusut akibat musim kemarau.

“Potensi gagal panen pastinya ada. Namun Pak Plt Bupati Pati masih berupaya dengan bersurat ke BBWS Pemali Juana terkait penggelontoran air ke Sungai Silugonggo, agar airnya nanti bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian,” ujarnya.

Pemkab Pati berharap penggelontoran air tersebut dapat membantu mempertahankan ketersediaan air bagi ribuan hektare sawah yang kini berada dalam ancaman kekeringan.

Pemantauan terhadap kondisi tanaman dan sumber air juga terus dilakukan di sejumlah wilayah.

15 Desa Ajukan Bantuan Air Bersih

Ancaman kemarau panjang tidak hanya berdampak terhadap sektor pertanian. Ketersediaan air bersih bagi masyarakat juga mulai terganggu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mencatat sekitar 12 hingga 15 desa telah mengajukan permintaan bantuan air bersih.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan, desa-desa tersebut tersebar di Kecamatan Jaken, Jakenan, Pucakwangi, Winong, Gabus, Kayen, dan Sukolilo.

“Sudah ada sekitar 12 sampai 15 desa yang meminta bantuan air bersih. Tersebar di Kecamatan Jaken, Jakenan, Pucakwangi, Winong, Gabus, Kayen, dan Sukolilo,” kata Martinus.

Beberapa desa yang telah terdampak antara lain Gebang, Tanjungsekar, Cengkalsewu, Tondokerto, Tambahmulyo, dan Tegalharjo. Sejumlah desa lainnya juga mulai mengajukan kebutuhan bantuan air bersih.

Martinus memperkirakan wilayah yang terdampak kekeringan masih dapat bertambah. Sebab, puncak musim kemarau diprediksi berlangsung hingga September-Oktober.

Kondisi tersebut membuat ancaman kekeringan di Pati perlu mendapat perhatian serius.

Ribuan hektare sawah membutuhkan tambahan pasokan air untuk mencegah gagal panen, sementara masyarakat di sejumlah desa mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. (adr)

 

Editor : Abdul Rochim
kekeringan Pati bantuan air bersih kemarau Pati sawah gagal panen sungai silugonggo