Pati Belum Punya Museum, Pemkab Minta Dukungan Kementerian Kebudayaan

Admin • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:55 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat hadir dalam pembukaan gelar karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) di GOR Pesantenan. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)
Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat hadir dalam pembukaan gelar karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) di GOR Pesantenan. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

 

PATI – Pemerintah Kabupaten Pati mendorong pembangunan museum sebagai upaya menyelamatkan sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya daerah kepada generasi muda.

Wacana pembangunan museum ini telah digulirkan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra.

Direncanakan bangunan museum akan memanfaatkan bekas kantor Satpol PP yang ada di belakang pendopo.

Baca Juga: DPRD Pati Dorong Kajian Matang untuk Museum Cagar Budaya, Ini Calon Lokasinya

“Pati sudah 703 tahun, tetapi sampai sekarang belum punya museum. Padahal kita salah satu daerah tertua di Jawa Tengah. Banyak barang peninggalan sejarah yang kami titipkan di Jogja, Solo, Kudus dan lainnya,” ujar Chandra saat memberikan sambutan dalam gelar karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah di GOR Pesantenan yang dihadiri oleh Menteri Kebudayaan, (26/8) malam.

Ia menilai keberadaan museum menjadi kebutuhan penting agar berbagai peninggalan sejarah Pati dapat dihimpun dan dikelola di daerah asalnya. Museum juga diharapkan menjadi ruang edukasi bagi masyarakat dan generasi muda untuk mengenal perjalanan sejarah serta kebudayaan Pati.

“Ini sangat miris bagi kami. Kami mohon dengan hormat Bapak Menteri Kebudayaan bisa memfasilitasi mendirikan museum di Kabupaten Pati, supaya generasi muda bisa lebih mengenal sejarah dan budaya Pati,” katanya.

Menanggapi permintaan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melihat konsep pembangunan museum yang dapat dikembangkan di Pati.

“Kita akan koordinasi. Saya kira kita bisa mendukung, bagaimana konsepnya nanti,” kata Fadli Zon.

Lebih lanjut Fadli Zon menilai Pati memiliki kekayaan sejarah yang cukup kuat untuk menjadi dasar pengembangan museum.

Koleksi dan peninggalan dari berbagai periode peradaban ditemukan di wilayah Pati, mulai dari masa klasik hingga perkembangan Hindu, Buddha, dan Islam.

Selain itu, kawasan Patiayam juga menyimpan kekayaan paleontologis berupa fosil purbakala.

Menurut Fadli, keberadaan berbagai peninggalan tersebut menunjukkan bahwa Pati memiliki sejarah peradaban yang panjang.

“Pati punya koleksi masa klasik, prasasti, arca, Hindu-Buddha-Islam, ada fosil purbakala di Patiayam. Dengan kekayaan itu menjadi bukti bahwa di Pati ini ada peradaban yang sangat tua,” ujarnya.

Baca Juga: Patiayam Didorong Naik Status Jadi Situs Nasional, Museum Purbakala Disiapkan

Dukungan pemerintah pusat terhadap rencana tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi Kabupaten Pati untuk memiliki museum sendiri.

Keberadaan museum nantinya tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga dapat menjadi pusat pembelajaran sejarah dan budaya bagi masyarakat.

Pemkab Pati berharap pembangunan museum dapat segera diwujudkan sehingga berbagai peninggalan sejarah yang selama ini berada di luar daerah dapat menjadi bagian dari ruang edukasi dan identitas budaya masyarakat Pati. (aua)

 

Editor : Admin
menteri kebudayaan fadli zon pati Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra museum