PATI – Bayi perempuan yang ditemukan warga di sebuah bengkel mobil di Desa Ketanen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, kini mendapat perawatan di RS Assuyuthiyah Trangkil. Kondisi bayi dipastikan sehat dan dalam keadaan baik.
Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pada Dinsos P3AKB Pati, Hartono, mengatakan pihaknya memastikan kebutuhan, keselamatan, dan kesehatan bayi selama proses penanganan berlangsung.
“Kondisi bayi bagus, sehat. Saat ini kami titip rawat di RS Assuyuthiyah,” kata Hartono.
Baca Juga: Plt Bupati Pati Minta Maaf soal Salah Ucap Sila Kedua Pancasila
Hartono menjelaskan, UPTD PPA telah mendatangi RS Assuyuthiyah Trangkil untuk memantau kondisi bayi sekaligus berkoordinasi terkait perawatannya. Pihak rumah sakit juga bersedia memberikan perawatan melalui tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak RS Assuyuthiyah. Mereka berkenan untuk merawat bayi dengan menggunakan tanggung jawab sosial (CSR) RS Assuyuthiyah Trangkil,” jelasnya.
Bayi tersebut sebelumnya ditemukan warga Desa Ketanen pada Selasa (18/8) pagi. Setelah penemuan itu, warga melaporkannya kepada Polsek Wedarijaksa. Bayi kemudian dibawa ke Puskesmas Trangkil untuk menjalani pemeriksaan.
Karena Puskesmas Trangkil belum melayani rawat inap, bayi selanjutnya dirujuk ke RS Assuyuthiyah Trangkil untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
“Berarti sudah dua hari ini,” ungkap Hartono.
Dinsos P3AKB Pati akan terus memastikan bayi mendapatkan perawatan yang layak. Selain itu, UPTD PPA juga berkoordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pati terkait penanganan kasus tersebut, termasuk upaya mencari orang tua bayi.
Adopsi Belum Dibuka
Terkait kemungkinan adanya pihak yang ingin mengadopsi bayi tersebut, Hartono menegaskan proses adopsi belum dibuka. UPTD PPA masih menunggu perkembangan pencarian orang tua bayi oleh pihak kepolisian.
Apabila orang tua bayi berhasil ditemukan, bayi akan dikembalikan kepada mereka. Menurut Hartono, orang tua memiliki hak atas anak tersebut.
“Untuk adopsi bayi belum dibuka. Kami menunggu kabar dari Polresta dulu. Kalau ketemu orang tuanya akan diserahkan kembali, karena mereka lebih berhak,” tuturnya.
Hingga kini, belum ada pihak yang menghubungi UPTD PPA Pati untuk mengajukan adopsi bayi tersebut.
“Kebetulan di UPTD PPA belum ada yang menghubungi untuk ikut adopsi,” paparnya.
Ditemukan di Dalam Kardus
Sebelumnya, warga Desa Ketanen, Kecamatan Trangkil, digegerkan dengan penemuan bayi perempuan di sebuah bengkel mobil pada Selasa (18/8) sekitar pukul 09.00 WIB.
Bayi ditemukan dalam kondisi hidup di dalam kardus yang diletakkan di atas kursi bengkel. Bayi pertama kali ditemukan pemilik bengkel, Slamet Santoso, bersama Bawono saat keduanya hendak memulai aktivitas.
Keduanya mendengar suara tangisan bayi dari area perlengkapan bengkel. Setelah mencari sumber suara, mereka menemukan sebuah kardus yang ternyata berisi bayi perempuan.
Saat ditemukan, bayi masih dalam kondisi hidup dan tali pusarnya masih menempel. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. (adr)
Editor : Abdul Rochim