PATI - Dedikasi dan konsistensi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, mengantarkan RS Keluarga Sehat (KSH Group) kembali meraih penghargaan dalam ajang Radar Kudus Award 2026, Anugerah Inovasi Pelayanan Kesehatan Berbasis Artificial Intelligence dan Smart Hospital.
KSH Group terus mendorong transformasi digital di sektor pelayanan kesehatan dengan menghadirkan CS Hose AI, layanan berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi dan mengakses layanan kesehatan sesuai kebutuhan.
Chief Operating Officer (COO) Keluarga Sehat Hospital (KSH) Group, dr. Kelvin Kurniawan, M.Kes, mengatakan kehadiran CS Hose AI merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan yang lebih mudah, cepat, responsif, dan personal kepada masyarakat.
Baca Juga: HUT ke-20 RS Keluarga Sehat, KSH Pati Perkuat Smart Hospital Berbasis Artificial Intelligence
CS Hose AI dapat membantu masyarakat menemukan informasi layanan kesehatan tanpa harus melalui proses yang rumit.
Teknologi tersebut dapat mengarahkan pengguna ke klinik yang sesuai dengan keluhan, memberikan rekomendasi dokter berdasarkan kebutuhan pasien, hingga menyediakan informasi mengenai jadwal pelayanan dan pilihan dokter berdasarkan gender.
“Kami ingin agar masyarakat tidak merasa bingung ketika mencari layanan kesehatan yang tepat. Dengan adanya CS Hose AI, proses mencari informasi menjadi lebih sederhana dan lebih personal,” ujar Kelvin.
Selain memberikan kemudahan akses informasi, CS Hose AI juga tersedia selama 24 jam. Masyarakat dapat memanfaatkannya untuk memperoleh informasi layanan, jadwal, hingga proses pendaftaran tanpa harus menunggu jam operasional rumah sakit.
Layanan tersebut dapat diakses melalui aplikasi KSH Online bagi pengguna Android.
Sementara pengguna perangkat iOS dapat mengakses CS Hose AI melalui situs resmi KSH Group, www.kshgroup.co.id.
Kelvin menjelaskan, CS Hose AI juga dilengkapi fitur multi-language yang mendukung empat bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, dan Bahasa Korea.
Fitur tersebut dihadirkan untuk memperluas akses informasi bagi masyarakat dengan latar belakang bahasa yang beragam.
Baca Juga: Lokakarya Manajemen Tahunan, KSH Group Dorong Layanan Berbasis Kompetensi dan AI Smart Hospital
“Teknologi yang baik bukan hanya tentang kecanggihan, tetapi bagaimana teknologi tersebut benar-benar memudahkan pasien. Melalui CS Hose AI, KSH Group berkomitmen menghadirkan pengalaman pelayanan informasi yang lebih mudah, cepat, inklusif, dan tetap humanis,” katanya. (aua)
Gabungkan Kecepatan, Kemudahan Teknologi dengan Sentuhan Manusia
Penerapan AI di lingkungan KSH Group bukan dimaksudkan untuk menggantikan peran manusia dalam memberikan pelayanan kesehatan.
Sebaliknya, teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya melengkapi pelayanan agar semakin responsif dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pasien.
Chief Operating Officer (COO) Keluarga Sehat Hospital (KSH) Group, dr. Kelvin Kurniawan menekankan, transformasi menuju Smart Hospital harus tetap menempatkan kebutuhan dan kenyamanan pasien sebagai fokus utama.
Karena itu, KSH Group berupaya menggabungkan kecepatan dan kemudahan teknologi dengan sentuhan manusia yang tetap mengedepankan empati, kepedulian, dan kehangatan.
“Kami percaya bahwa masa depan pelayanan kesehatan bukan tentang memilih antara teknologi atau manusia, tetapi bagaimana keduanya dapat berjalan bersama. Artificial Intelligence memberikan kecepatan dan kemudahan, sementara human touch memberikan empati, kepedulian, dan kehangatan dalam pelayanan,” jelasnya.
KSH Group juga berkomitmen untuk terus mengevaluasi kebutuhan pasien, mengembangkan sistem digital, serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia.
Setiap inovasi yang dikembangkan akan diarahkan agar tetap memperhatikan patient experience dan patient safety.
Melalui pengembangan CS Hose AI, KSH Group menargetkan transformasi layanan menuju rumah sakit yang semakin modern, inklusif, mudah diakses, dan berorientasi pada pengalaman pasien.
“Smart Hospital bukan hanya tentang penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut mampu membuat pelayanan menjadi lebih mudah, cepat, aman, terintegrasi, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pasien,” pungkas Kelvin. (aua)
Editor : Admin