PATI --- Ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi penting dalam pembangunan masyarakat karena tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pangan, tetapi juga menyangkut kemampuan masyarakat untuk memperoleh dan mengonsumsi pangan.
Ketahanan pangan akan semakin kuat apabila sumber pangan tidak bergantung pada satu jenis komoditas, melainkan dibangun melalui diversifikasi pangan dan optimalisasi potensi sumber daya lokal.
Dalam konteks wilayah yang memiliki potensi perikanan, ikan menjadi salah satu sumber pangan strategis karena menyediakan protein hewani dan berbagai zat gizi yang dibutuhkan untuk mendukung kualitas sumber daya manusia.
Oleh karena itu, penguatan ketahanan pangan perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada bagaimana hasil produksi dapat diolah, didistribusikan, dan dikonsumsi secara luas oleh masyarakat.
Sejalan dengan upaya tersebut, pemerintah mendorong Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) sebagai gerakan untuk meningkatkan kesadaran dan kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi ikan sebagai bagian dari pola pangan bergizi.
GEMARIKAN memiliki relevansi yang kuat dengan ketahanan pangan karena peningkatan konsumsi ikan dapat memperluas pemanfaatan sumber protein hewani sekaligus meningkatkan penyerapan hasil perikanan lokal.
Oleh karena itu, tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Semarang yang diketuai oleh Khoirul Huda, S.Pd., M.Pd. dengan anggota Muhammad Ansori, S.T.P., M.P. dan Moch Faizal Rachmadi, S.Pd., M.Pd.
bekerjasama dengan Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan (Poklahsar) Omah Boga Mbotok menyelenggarakan kegiatan praktik diversifikasi produk dan implementasi Teknologi Tepat Guna (TTG) yang terintegrasi.
"Kemarin kita selenggarakan praktik diversifikasi produk ikan bandeng menjadi beranekaragam olahan pangan yaitu bandeng presto, nugget dan sarden, " ungkap Ketua Tim PKM UNNES Khoirul Huda, pada 14 Juni 2026.
Turut serta peserta praktik adalah Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan (Poklahsar) Omah Boga Mbotok. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan nilai tambah dan nilai ekonomis ikan bandeng, intensifikasi program GEMARIKAN dan sebagainya.
Turut serta diundang adalah beberapa instansi stakeholder terkait seperti Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah; Dinas Kelautan dan Perikanan; Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu; serta Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati.
Hal ini ditempuh untuk menciptakan sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan sehingga tercipta upaya pembinaan, pengawasan, pemantauan dan pendampingan yang berkesinambungan serta berkelanjutan.
Tidak hanya itu, bantuan Teknologi Tepat Guna (TTG) seperti panci presto, vacuum sealer, retort pack dan sebagainya juga turut serta diberikan kepada Poklahsar Omah Boga Mbotok. Berbagai teknologi dan inovasi tersebut merupakan program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026.
Editor : Admin