PATI — Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tidak hanya dikenal dengan nasi gandul dan soto kemiri. Daerah ini juga memiliki beragam kuliner tradisional yang hingga kini masih digemari masyarakat. Salah satunya adalah Sego Tewel, makanan sederhana berbahan nangka muda yang menjadi salah satu kuliner khas dari Kecamatan Tambakromo.
Salah satu tempat yang dapat dikunjungi untuk mencicipi Sego Tewel adalah Warung Sego Tewel Mbah Rasiah di Desa Tambakromo, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati. Warung tersebut dikenal menyajikan Sego Tewel dengan cita rasa khas yang sederhana, gurih, dan ramah di kantong.
Sego Tewel merupakan hidangan berupa nasi yang disiram dengan sayur tewel atau nangka muda yang telah dimasak menggunakan bumbu rempah dan santan. Dalam penyajiannya, nasi dan kuah tewel biasanya ditempatkan di atas daun jati, sehingga memberikan aroma khas sekaligus memperkuat kesan tradisional makanan tersebut.
Baca Juga: Soto Kemiri, Kuliner Legendaris Pati dengan Kuah Gurih yang Bikin Ketagihan
Untuk satu porsi Sego Tewel, pembeli cukup merogoh kocek sekitar Rp5.000. Selain menu utama, tersedia pula berbagai pilihan lauk pendamping. Pembeli dapat menambahkan tempe goreng, bakwan, telur balado, hingga telur bacem, dengan harga lauk tambahan berkisar Rp1.000 hingga Rp4.000.
Sego Tewel Bu Kasiyem merupakan salah satu alternatif warung Sego Tewel di kawasan Ngarang, Tambakromo, yang juga dapat menjadi pilihan bagi pencinta kuliner tradisional Pati. Sementara itu, Warung Sego Tewel Mbak Yuni berada di Jalan Kayen–Tambakromo, Ngarang, dan menjadi salah satu tempat lain yang menyediakan hidangan Sego Tewel.
Sederhananya bahan yang digunakan tidak membuat cita rasa Sego Tewel kehilangan daya tarik. Kuah santan yang gurih berpadu dengan nangka muda menciptakan rasa yang khas. Tambahan sambal dan lauk gorengan juga membuat hidangan ini semakin nikmat disantap, terutama bagi masyarakat yang menyukai makanan bercita rasa gurih dan pedas.
Salah seorang pembeli, Hanafi (32), mengaku penasaran untuk mencicipi Sego Tewel khas Tambakromo. Menurutnya, makanan tersebut memiliki perpaduan rasa yang membuatnya ingin kembali menikmatinya.
“Rasanya pedas segar, gurih kuah tewel, lalu ditambah tempe goreng, rasanya enak sekali,” ujar Hanafi.
Bukan hanya soal rasa, harga yang terjangkau menjadi salah satu alasan Sego Tewel tetap diminati. Warung Sego Tewel Mbah Rasiah bahkan disebut dapat menghabiskan sekitar 100 porsi dalam sehari, menunjukkan bahwa makanan tradisional tersebut masih memiliki tempat di tengah pilihan kuliner modern.
Sego Tewel menjadi bukti bahwa kuliner tradisional tidak harus mewah untuk menarik perhatian. Dengan bahan sederhana, harga terjangkau, serta cita rasa khas yang diwariskan secara turun-temurun, makanan ini mampu menjadi bagian dari identitas kuliner Kabupaten Pati.
Bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Pati, mencicipi Sego Tewel bisa menjadi pilihan untuk mengenal lebih dekat kekayaan kuliner lokal. Sepiring nasi, kuah tewel, dan lauk sederhana di atas daun jati menjadi pengalaman kuliner yang menawarkan rasa sekaligus cerita tentang tradisi masyarakat Pati.
Editor : Admin